Fashion Life Style

Mutu dan Kualitas berpadu dengan gaya dan style terkini. Semuanya terdapat dalam halaman ini.

Komputer, dan Gadget

Komputer dan Aksesori yang mendukung untuk gadget terbaru cuma ada disini.

Holiday

Keindahan alam yang mempesona, cocok untuk relaksasi diantara kesibukan hidup.

Informasi, Edukasi, Berita

Kehidupan kita tidak lepas dari kebutuhan informasi dan pendidikan. Update berita dan informasi terkini Anda disini.

Life and Love

Tips dan Trik Kehidupan dan Dunia Percintaan.

Tuesday, February 19, 2013

Karakter

Sudah lama saya sebenarnya ingin menulis tentang topik satu ini...:) tapi karena masih belum banyak pengalaman dan materi akhirnya selalu tertunda. Berbicara mengenai karakter memang sangat menarik, Kita semua pasti pernah terheran-heran dengan sifat ajaib orang lain, atau pernah dibuat jengkel setengah mati oleh sifat orang lain? atau pernah melihat seseorang yang sangat mudah mempengaruhi orang lain sehingga kita terkagum-kagum?. Dan kita bertanya-tanya dalam hati dengan takjub, kenapa dia bisa begitu mudah mengambil hati orang lain? dan ketika bertemu dengan seseorang yang menjengkelkan (mungkin menurut versi kita) kita bertanya-tanya dalam hati dengan gemas, kenapa manusia satu itu begitu menjengkelkan? apa yang telah dimakan ibunya yang salah waktu mengandung hingga ada manusia super antik seperti itu? ( hahah...) atau mungkin juga kita pernah bertanya-tanya dalam hati,kenapa semua hal tidak terjadi seperti yang diniatkan tapi malah sebaliknya, padahal  niat saya baik demi kebaikan orang itu?(ckckc....)

Mungkin juga dalam sebuah organisasi atau di tempat kita bekerja kita menemukan situasi dimana, kita berbicara satu sama lain dengan bahasa yang sama tapi satu sama lain sama sekali tidak bisa saling mengerti dan memahami, dan akhirnya membuat satu sama lain menjadi depresi dan hilang kesabaran. Padahal kita berbicara dengan bahasa yang sama!(hahaha..)

Mari kita lihat definisi karakter  dulu, karakter adalah :
Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi,karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan.

Suatu kali saya berbincang-bincang sambil makan di sebuah resto fastfood dengan seorang teman,Saat itu teman saya sedang membicarakan sebuah program televisi atau talkshow yang membahas tentang  tiga hal yaitu beauty, behaviour dan brain manakah yang lebih penting?. 

Teman saya berpendapat bahwa tindakan adalah yang paling penting dengan alasan, apapun yang terjadi jika orang mempunyai tindakan yang baik maka walaupun dia tidak punya kecantikan dan otak tetap bisa tercover dengan tindakanya yang baik. dengan kata lain jika dia punya perilaku yang baik, kecantikan dan otak menjadi tidak terlalu penting atau bisa disamarkan dengan sikapnya.

Saya berpikir sejenak, dan mengatakan kalo menurut saya brain harus lebih utama, karena jika seorang yang punya prilaku yang baik tapi dia tidak mempunyai kepintaran bagaimana jika nanti dia harus menghadapi situasi yang memerlukan kecerdasan ?, atau dengan kata lain jika dia cuma punya prilaku baik tapi karena tidak terlalu pintar menempatkan diri pada sebuah situasi pada akhirnya dia bukannya hanya jadi tersingkir?.

Itu alasan saya. Tapi melihat muka teman saya yang tidak puas dengan pendapat saya, akhirnya saya berpikir, bukankah apa yang saya katakan benar?, tapi kenapa teman saya tidak sependapat ? apa masalahnya? akhirnya setelah berpikir dengan keras, saya berkesimpulan, " Saya rasa, apa hal yang penting bagi setiap orang itu semua tergantung dari KEINGINAN  ATAU MOTIF HIDUPNYA"  

Benar sekali akhirnya saya menemukan sebuah teori sebagai pendukung kesimpulan saya (heheh..). Teori kode warna dari Taylor Hartman, yang membagi manusia atas 4 motif utama yaitu kekuasaan dilambangkan dengan warna merah atau api, motif keintiman dilambangkan dengan warna biru atau tanah, motif  kedamaian dilambangkan dengan warna putih atau air, dan motif kesenangan dilambangkan dengan warna kuning atau angin.

Kita bahas satu persatu ya,,:)

a. Kepribadian merah - pengguna kekuasaan
 
  • VISIONARIS
 Mereka sekalu memandang ke masa depan dan menyusun kepingan-kepingan teka-teki di pikiran mereka. Orang sering menuduh kepribadian merah hanya bertindak tanpa berpikir panjang. Kenyataanya, yang benar justru sebaliknya! Merah benci kegagalan. Karenanya, mereka selalu bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana kalau aku gagal ?” Merah secara naluriah mengembangkan rencana alternatif. Mereka berpikir dalam hati, “Sekarang, kalau rencana awal gagal, aku akan melakukan ini atau bahkan itu. “ Merah melihat jauh ke depan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa mereka ke sana dengan berhasil. Ketika orang lain berhenti karena takut, kepribadian ini mengimbangi ketakutan mereka dengan alternatif-alternatif rasional dan melakukan apa yang harus dilakukan.
  •    AGRESIF
Merah sangat berkomitmen pada tujuan, dan menemukan diri mereka bertekad untuk menyelesaikan apa pun yang disodorkan kehidupan di hadapan mereka. Tipe kepribadian ini mencari aksi dan hasil. Mereka haus akan produktivitas, mereka mengukur keberhasilan mereka melalui berapa banyak yang mereka capai. Singkatnya, Merah membuat sesuatu terselesaikan.
Seperti bisa diduga, tidak banyak orang yang ingin berkonfrontasi dengan mereka. Kekuatan ini memberi mereka status paling ditakuti dari semua kepribadian. Mereka adalah “Raja Rimba.” Ketika orang mencari nasihat dan petunjuk, mereka menemukan merah sangat membantu.  Kepribadian ini bisa merasakan apa yang benar, dan seringkali mengungkapkan diri dalam cara yang sukar ditentang kebanyakan orang secara logis.
Orang yang berkepribadian merah tidak takut bahaya dan berani bertindak. Mungkin kata “tidak mau kalah” cocok dikenakan kepada mereka. Merah secara alami dianugerahi keunggulan argumen verbal. Kemampuan menyampaikan pikirannya melalui kata – kata yang logis dan sederhana membuat orang lain tidak mampu mendebatnya. Dan bagi merah sendiri, mereka sangat nyaman dengan gaya ekspresi verbal yang “to the point” ini.
Sekali merah menentukan target, ia akan mengejar yang mereka inginkan. Entah itu melalui cara sehat atau tidak sehat.
Dalam kepemimpinan, merah suka memerintah. Mereka sering mengharapkan bawahan mengingat tempat mereka dalam susunan hirarki dan memberi respons sesuai dengan hal itu. Seringkali sulit bekerja atau hidup bersama mereka. Jika mereka ditentang, mereka seringkali menjadi agresif, karena sifat alamiah mereka yang mengintimidasi dan arogan. Entah mereka berada dalam posisi pemimpin atau pengikut, merah cenderung menyatakan pendapatnya dengan agresif pada siapa saja yang merintangi jalan mereka. Mereka tidak malu diketahui umum memiliki sikap yang penuh tuntutan, malahan mereka mengharapkan semua orang tau siapa di sini yang “memegang kendali.”
  •    PRODUKTIF
Jika anda memerlukan agen, ketua penggalangan dana, atau kepala cabang, carilah tipe kepribadian merah ini. Tidak seorangpun seproduktif mereka, langsung ke inti masalah dan bergerak. Jika sudah memegang teguh sebuah konsep, merah tidak memiliki tandingan. Mereka sukar diyakinkan, tetapi sama sukarnya untuk ditahan begitu mereka merasa yakin.
Secara alami, kepribadian merah ini memiliki banyak akal. Bagi mereka, hidup adalah aksi. Tidak ada situasi yang menaklukan mereka sampai mereka kehabisan semua kemungkinan pemecahan. Merah tidak mudah menyerah. Mereka jarang terancam atau digentarkan rintangan kehidupan. Mereka memiliki rasa kompetitif yang besar, dan lawan mereka (entah itu gampa bumi atau ibu mertua) tidak akan memperoleh kemenangan mudah.
Merah seringkali lihai dan manipulatif agar dapat mengendalikan orang-orang lain dan mendapatkan hasil. Merah tidak dengan santai melayangkan hidup mereka ke udara dan mengharapkan angin bertiup ke arah yang membantu. Mereka menciptakan angin mereka sendiri dan mencoba memaksa kehidupan berhembus ke arah mereka.
  • DINGIN (SECARA EMOSI)
Dengan tunduk pada logika mereka, jenis kepribadian merah menolak untuk mengakui kerapuhan emosional. Saat masih muda, ketika mereka masih sedikit banyak peka pada emosi, perasaan mereka terlihat lebih jelas. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya umur dan meningkatnya ketrampilan dalam logika, mereka biasanya dengan mahir menyembunyikan emosi mereka dari orang lain. Lambat laun, merah kehilangan prespektif yang akurat dan benar-benar percaya mereka tidak memerlukan emosi. Merah tidak peduli dengan rasa bersalah atau belas kasihan pada orang lain. Yang mereka tahu, ada aksi ada reaksi, ada kerja ada hasil. Mereka memastikan bahwa setiap keberhasilan yang mereka capai harus dinikmati bersama – sama. Demikian pula dengan ketidak-nyamanan yang mereka dapatkan, harus ditanggung bersama-sama dengan mereka.
Seringkali, kepribadian merah menampilkan diri mereka dalam sikap yang menjaga jarak dan dingin. Seorang ibu telah berjanji untuk mengajak putri remaja merahnya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas sekolah. Tepat sebelum mereka berangkat, ayah dan ibunya terlibat dalam pertengkaran hebat, dan ayahnya mengancam akan menceraikan sang ibu. Remaja itu menyaksikan seluruh keributan sepanjang  satu jam tersebut. Ibunya yang sangat hancur dah menangis tersedu-sedu, dan si anak dengan datar bertanya, “Bu, apakah kita masih bisa ke perpustakaan sebelum tutup malam ini ?”
Hanya merah yang bisa begitu tidak peka pada perasaan orang lain! Sifat ini mungkin bisa menjelaskan mengapa jenis kepribadian ini sering lebih berhasil dalam mengembangkan dan memajukan ide, acara, dan usaha bisnis daripada kepribadian lainnya. 

b. Kepribadian Biru-Sipelaku Kebajikan 
  • Teman Yang Setia
Tidak ada nilai hidup yang lebih mulia dari kesetiaan. Kesetiaan seseorang adalah anugerah hidup yang sangat bernilai bagi yang mendapatkannya. Mereka yang berwarna Biru ditakdirkan untuk sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam susah dan senang. Karena kesediaan mereka untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Bagi mereka, kehidupan adalah komitmen, dan berkomitmen pada hubungan adalah kekuatan mereka yang terbesar. Mereka senang bersama orang lain, dan dengan sukarela mengorbankan diri mereka demi suatu hubungan yang akrab. Mereka lebiih memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri. Tetapi, hati – hati dengan pribadi yang satu ini. Mereka SULIT MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN.  Sangat ironi karena Biru memberi lebih dari warna manapun, tetapi paling sedikit memaafkan. Hal itu karena ingatan mereka yang luar biasa dan cara pandang mereka terhadap kehidupan. Biru memandang dunia melalui mata emosional yang positif. Mereka sangat peduli pada unsur-unsur kehidupan yang menyentuh hati mereka. Mereka memikirkan apa artinya dicinati, mereka merasakan apa yang dialami oleh temannya, mereka menempatkan diri mereka di posisi lawan bicara mereka, dan mereka sangat tulus! Beberapa kesalahan kecil yang pernah anda lakukan kepadanya tidak akan menjadi masalah. Namun akan menjadi DENDAM SEUMUR HIDUP bila tindakan anda melukai perasaanya.

  • PERFEKSIONIS
Biru sangat kritis pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki harapan yang tidak realistis sampai mereka tidak pernah bisa mermuaskan diri mereka atau mengharapkan orang lain memenuhi standar kesempurnaan ini. Mereka benar-benar ingin hal-hal dikerjakan dengan benar. Hanya saja, kata “benar” itu didefinisikan sebagai “dilakukan sesuai dengan cara mereka.”
Sifat perfeksionis mereka muncul karena kedisiplinan mereka. Biru mempunyai slogan “Jika sebuah pekerjaan pantas dilakukan, itu harus dilakukan dengan baik.” Sifat disiplin ini merupakan bakat lahiriah mereka, padahal warna lainnya berusaha sekuat tenaga untuk mendisiplinkan diri mereka. Biru sangat mudah ditebak karena sifat mereka yang teratur ini. Mereka adalah seorang teman yang selalu dapat diandalkan.
Biru memiliki etos kerja yang kuat, dan seringkali menemukan hidup mereka dipenuhi dengan “tanggungjawab penting” yang hanya menyiksakan sedikit waktu untuk bermain spontan. Bermain dilihat dari kacamatanya sebagai hal yang tidak berguna dan tidak produktif. Biru sangat peduli tentang kualitas dalam hidup mereka. Mereka memiliki barang-barang terbaik di kelasnya.  Terbaik bagi biru tidak berarti termahal ataupun terbaru. Terbaik adalah sesuai dengan kebutuhannya, dan kebutuhan biru selalu dilandasi oleh sifat perfeksionis.
  • EMOSIONAL
Tanda jelas dari seorang biru adalah ayunan suasana hati mereka. Mereka tidak pernah bangun tidur bahagia atau sedih. Mereka harus memikirkannya dulu. Jika mereka bahagia atau sedih pada harii itu, itu karena mereka memilih untuk demikian. Tampaknya mereka tidak bisa begitu saja menerima emosi tanpa menerima tanggungjawab penuh untuk memilihnya.
Biru adalah individu yang sangat rumit dengan banyak ekstrim. Mereka memiliki kekuatan yang begitu hebat dan keterbatasan yang begitu melumpuhkan. Mereka sensitif, tegang, penuh perhatian, kritis, suka memberi dan sukar memaafkan sekaligus. Fokus mereka lebih pada hubungan emosional daripada rasional. Kerumitan kepribadian biru membuat para biru sama frustasinya seperti kepribadian lain yang  berinteraksi dengan mereka. Mungkin ini menjelaskan mengapa biru begitu kritis pada diri mereka sendiri selain pada orang lain.
Depresi seringkali dialami Biru. Membiarkan hati mereka mengatur pikiran mereka, mereka seringkali berpikir dan berperilaku tidak rasional. Mungkin emosi mereka yang tidak terkendali adalah kelemahan terbesarnya. Bagi pribadi ini, hidup adalah pedang bermata dua (secara emosional). Mereka seorang pemberi dan sensitif, mereka juga seorang yang dapat sulit memaafkan. Terkadang, mereka dapat menjadi sangat sensitif sampai berhenti memberi sama sekali.
Biru hidup untuk perasaan yang kuat. Mereka ingin merasakan hidup, bukan sekedar eksis. Biru perlu terlibat dalam aktivitas yang mempunyai arti. Mereka biasanya memandang keluarga dan teman-teman sebagai hal terpenting.
Para biru seringkali paling dikagumi diantara semua kepribadian. Mereka mewakli begitu banyak sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, dan ketulusan. Mereka mirip obor kebajikan dan kebenaran yang menyala. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing yang tangguh untuk dihadapi kepribadian manapun, karena pada intinya mereka mendasarkansemua pendapat pada emosi dan prisip moral. Sekalipun biru seorang yang logis, mereka terkadang lebih merespon permohonan emosional.
Biru merasa puas ketika mereka didengarkan, ketika mereka merasa dipahami dan dihargai. Mereka terkenal suka mengungkapkan kekurangan mereka, karena mereka menganggap dikenal dan dipahami sangatlah bernilai. Di mata seorang biru, membiarkan diri terbuka adalah harga yang ringan demi kesempatan berhubungan secara emosional. Biru mungkin lebih sering patah hati dibandingkan kebanyakan orang, tetapi mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencintai.
  • PENUH KEBIMBANGAN
Biru memiliki kepribadian yang kuat. Mereka mempunyai nilai-nilai dan sistem kepercayaan yang kuat. Namun mereka dikoyak oleh raa bersalah, harapan-harapan yang tidak realistis yang disebabkan sikap perfeksionis mereka. Dan Skeptisisme! Mereka seringkali terperangkap antara ingin terlibat dan mencemaskan kemampuan mereka untuk berhasil.
Biru mencemaskan segala sesuatu. Semua kekhawatiran berlebihan ini membuatnya tidak dapat menangani terlalu banyak peristiwa dalam satu hari. Khawatir dan rasa bersalah secara umum menandai perjalanan hidup biru. Mereka bisa merasa bersalah hampir dalam segala hal. Mereka sering gagal melihat bahwa motif sejati mereka dalam banyak keadaan didasarkan oleh rasa  bersalah. Untuk kesalahan-kesalahan yang mereka kira telah lakukan, Biru sepertinya mau menyiksa diri selamanya.
Biru biasanya skeptis terhadap bakat kreatif mereka sendiri. Mereka begitu perfeksionis sampai seringkali menyembunyikan keterampilan dan kemampuan mereka, karena mereka takut tidak cukup baik. Ini sangat disayangkan, karena biru sangat berbakat dan mungkin paling kreatif di antara semua warna. Namun, biru sangat tidak percaya diri, dan sering takut pada kemungkinan ditolak jika mereka memperlihatkan bakan dan kreatifitas mereka yang mengagumkan. 

c.Kepribadian Putih-Penjaga Kedamaian 

  • Dimotivasi Oleh Kedamaian
Putih hampir melakukan apa saja untuk menghindari konfrontasi. Mereka senang mengalir dalam kehidupan tanpa gangguan atau ketidaknyamanan. Merasa nyaman bahkan lebih penting bagi mereka daripada menjadi baik. Semua orang akan mendapatkan manfaat mengenal seorang putih secara akrab. Kepribadian ini memberi kita semua teladan martabat manusia yang lemah lembut. Tanpa ribut-ribut mereka menjalani hidup dengan gaya yang santai dan tenang. Putih menghargai sifat kerja sama umat manusia, dan terus berusaha mencapai kehidupan bersama yang damai di antara semua makhluk hidup.
  • MEMBUTUHKAN KEBAIKAN
Kendati putih memberi respon yang indah pada perhatian dan keramahan, diam-diam mereka memiliki kepala batu yang muncul ke permukaan jika mereka diperlakukan tidak baik. Mereka benci ditegur. Mereka tidak suka kata-kata kasar. Mereka langsung membuka diri pada orang-orang yang bersifat baik, tetapi putih menjauhkan diri dari mereka yang sikapnya bermusuhan. Mereka dimotivasi oleh kebaikan dan tidak memahami mengapa orang lain tidak bersikap baik
Mudah dipahami bahwa putih mampu menjadi sahabat terbaik bagi semua kepribadian. Bagi mereka, menerima orang lain cukup mudah. Mereka memiliki harapan yang sangat toleran pada orang lain, sampai orang senang berada bersama mereka dan menginginkan hbuungan dengan mereka yang tidak suka menghakimi. Putih senang melakukan hampir apa saja dengan siapa saja, kapan saja. Mereka dapat menikmati beragam tipe orang dan pengalaman, dan akibatnya sering menemukan diri mereka dalam hubungan atau situasi kehidupan yang tidak biasa.
  • LEBIH SUKA KEKUATAN DIAM
Putih menikmati kemandirian yang tenang. Apa yang tampak bagi beberapa orang sebagai tekad diam-diam bisa memunculkan diri dalam bentuk keras kepala. Mereka yang salah menafsirkan sifat alamiah pencinta damai putih sebagai undangan untuk menuntut atau main perintah akan segera berhadapan dengan tembok perlawanan pasif. Putih jauh lebih tangguh daripada yang dikira orang.
Tipe kepribadian ini menyukai aksi diam karena mereka tidak nyaman dengan konfrontasi. Sangat sukar untuk hidup dengan orang yang diam-diam memendam kejengkelan pada perilaku anda. Putih tampaknya memanfaatkan rasa ingin tahu alamiah orang lain dengan menolak membicarakan perasaan mereka secara terbuka, dan memaksa kepribadian lain berjuang keras untuk memahami mereka.
  • TIDAK SUKA MENONJOLKAN DIRI
Putih senang ditanyai pendapatnya. Mereka tidak akan mengajukan pendapat tanpa diminta. Mereka menghargai rasa hormat dari orang lain, tetapi mereka jarang bersusah payah untuk mencarinya. Mereka perlu dibujuk untuk membicarakan tentang keterampilan, hobi, dan minat mereka.
Putih jarang mencari posisi kepemimpinan. Mereka tidak nyaman mengambil keputusan yang bisa salah, dan menghindari tanggunjawab yang menuntut pengambilan keputusan. Mereka lebih nyaman sebagai pengikut atau dalam peran yang kurang terlibat, menyerahkan pengambilan keputusan kelompok pada orang lain. Putih lebih suka menerima saja keputusan orang lain daripada menegaskan pendirian mereka dengan pendapat sendiri.
  • MANDIRI
Tidak seperti merah dan biru yang ingin mengendalikan orang lain. Putih hanya berusaha menghindari dikendalikan. Pendeknya mereka menolak ditindas siapa pun, terutama kalau diperlakukan tanpa rasa hormat yang mereka anggap pantas mereka terima. Putih ingin melakukan hal-hal sesuai caranya sendiri, pada waktunya sendiri. Mreka tidak meminta banyak pada orang lain, dan kesal kalau orang lain menuntut ini itu pada mereka. Mereka sering mengikuti tuntutan yang tidak masuk akal – sekedar untuk menjaga kedamaian. Mereka akan mengungkapkan kemarahan dan frustasi mereka hanya ketika tidak tahan lagi diperintah – perintah. Putih tidak suka didorong-dorong, dan mereka bisa mengerikan apabila akhirnya “meledak.”
  • DIMOTIVASI OLEH KEINGINAN ORANG LAIN
Putih terbuka pada rekomendasi orang lain tentang cara-cara memecahkan setiap dan segala masalah . Bos putih menghargai ide-ide manajemen yang baru dari bawahan. Anak-anak putih menyambut bantuan – mereka siswa yang reseptif. Putih menjadi teman kencan yang menyenangkan. Mereka tertarik untuk mamastikan orang lain merasa senang, dan  bersedia melakukan apa saja yang diinginkan orang lain. Namun puith menginginkan saran – bukan tuntutan.
Di sisi lainnya, jenis kepribadian ini sangat pasif. Mereka bisa mengikuti anda sepanjang hidup tanpa mengambil peran kepemimpinan sendiri. Mereka menjadikan orang lain sebagai inti keberadaan mereka, dan gagal mengembangkan tujuan dan arah hidup sendiri. Alasan yang membuat kepribadian ini menjadi pengikut adalah karena sifat ragu-ragu mereka. Putih sangat meragukan diri mereka sampai mereka selalu menuntut bukti penerimaan. Harganya bisa mahal ketika seseorang mencoba menerima, melindungi, dan menyelamatkan putih yang tergantung. Semakin lama anda memegang, semakin berat ia jadinya. Namun ia merasa lebih aman dalam genggaman anda, daripada mempercayai dirinya sendiri.
  • KETERBATASAN PUTIH
Kepribadian ini seringkali tampak membosankan dan tidak mau terlibat. Mereka seringkali enggan menentukan tujuan. Mereka sering menolak membayar harga keterlibatan, karena mereka mungkin takut pada akibat tidak terelakkan berupa konfrontasi atau penolakan. Rasa takut ini mencegah mereka mengalami keintiman. Kesulitan mereka dalam memutuskan juga membatasi prestasi mereka. Untuk merasa aman, tipe kepribadian ini sangat memperhatikan kebutuhan orang lain dan berusaha dengan segala cara untuk menyenangkan orang-orang yang mereka jumpai dalam kehidupan. Mereka enggan mengungkapkan diri, lebih suka membiarkan orang lain percaya sekehendak mereka. Sementara itu, putih menjalani kehidupan sesuai keinginan mereka, menghindari konflik dan konfrontasi. Putih menerima apa saja yang terjadi pada mereka dengan diam. Apa yang tidak mereka hargai, belakangan dengan keras kepala mereka singkirkan. Mereka sering tidak mengijinkan pengalaman bagus yang menuntut usaha beresiko, kepemimpinan, dan eskpresi jujur memasuki kehidupan mereka.
  • KEKUATAN PUTIH
Kepribadian putih secara umum merupakan orang-orang moderat tanpa ekstrim-ekstrim kepribadian lain. Seperti air yang mereka wakili, mereka mengalir melewati dan mengelilingi kesulitan-kesulitan hidup, bukannya menuntu agar rintangan di depan mereka dipindahkan. Kepemimpinan mereka kokoh dan adil. Mereka mentolerir perbedaan dan mendorong kerjasama dengan semua anggota tim. Bunglon adalah maskot mereka dan mencermikan kemampuan mereka untuk beradaptasi dan membaur dengan siapa saja. Mereka menikmati kekuatan keseimbangan yang mengagumkan. Mereka bersikap terbuka pada setiap kepribadian dan dengan sukarela belajar dari mereka semua. Putih adalah yang paling efekti dalam menempatkan krisis kehidupan dalam perspektif yang pantas. Puas dan tenang, mereka tidak meminta banyak dari kehidupan. Mereka seringkali menikmati perlindungan dari kepribadian yang lebih kuat. Karena sabar dan teleran, mereka dapat memberi banyak. Dan mereka memang memberi, dengan persetujuannya yang lemah lembut kepada orang – orang yang cukup beruntung untuk menerima rangkulan penerimaan mereka.
d. Kepribadian Kuning-Penikmat Kesenangan

  •  MENILAI TINGGI BERMAIN DAN BERGEMBIRA
Kuning pada umumnya menikmati hidup tidak peduli apa yang mereka lakukan. Bahkan ketika bekerja keras, kepribadian ini tampak sedang bersenang-senang. Hidup mereka dijalani dengan kepercayaan bahwa yang terbaik ada di depan sana. Mereka memiliki gairah hidup yang menular karena ia mengira tujuan utama semua orang hidup adalah bersenang-senang. Ia juga menganggap kebanyakan orang mengalami hidup sebebas dan senyaman dirinya.Tidak ada kepribadian yang bermain seperti kuning. Mereka begitu spontan sampai mereka siap untuk kesempatan menyenangkan apa pun yang mereka jumpai. Tipe kepribadian ini tahu bagaimana membuat kehidupan menjadi lebih nikmat dan membawa teman – teman mereka hanyut dalam kegembiraan. Kuning menyukai kejutan. Mereka senang merayakan segala hal yang terbayangkan. Mereka memandang hari raya dan saat-saat istimewa menyegarkan, dan kecuali mereka kelupaan (yang menjadi sifat khas mereka), mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan sebaik mungkin untuk bersenang – senang.
  •     TIDAK BERTANGGUNJAWAB
Kuning paling sukar menerima tanggungjawab bagi diri mereka sendiri. Entah bagaimana mereka benar-benar percaya bahwa adalah tanggungjawab orang lain untuk mengurus mereka. Tidak jadi masalah siapa – pokoknya ORANG LAIN!  Sifat mereka yang pemberontak bisa lucu ketika mereka masih kecil, tetapi masyarakat tidak punya banyak toleransi pada orang dewasa yang seenaknya meninggalkan tanggungjwab mereka. Mungkin tidak ada yang lebih tragis daripada kuning berumur 30an tanpa karakter. Wajah mereka menyandang garis-garis terbakar matahari sepanjang tahun. Harta milik mereka seringkali minimal, karena mereka tidak pernah memusingkan diri dengan mengurusi harta milik dengan baik. Mereka tidak memilik banyak sahabat dekat. Kuning seringkali memilih jalan yang mudah, yaitu melintasi tanah lunak yang langsung melesak di bawah kekosongan dan ketergantungan kehidupan kuning yang memberatkan.

Sifat mereka yang tidak bertanggungjawab dan ketidakmampuan untuk komit seringkali membuat usaha menjinakkan kuning seperti impian mustahil. Mereka biasanya sangat karismatsi sampai orang lain gagal melihat keterbatasn mereka. Baru setelah jangka waktu tertentu, orang melihat kuning seperti adanya mereka seringkali – seperti kuda pacu yang indah, berlari cepat dalam jarak dekat namun jarang menyelesaikan pacuan. Setelah mengabdikan waktu dan energi bagi “kuda pacu” demikian, “pemilik” biasanya kehilangan rasa terpesonanya dan sering merasa marah dan menyesal atas keyakinannya dalam kapasitas mengubah pelari cepat “kuning” menjadi pelari yang bisa diandalkan dan mampu menempuh perjalanan jauh dalam hubungan.
  •     TIDAK DISIPLIN 
Kuning seringkali menunjukkan kecenderungan angin-anginan dan tidak disiplin. Mereka sangat gelisah dan menemukan bahwa menekuni tugas apapun sangat membosankan. Kuning sering mengalami banyak pindah kerja, bukan karena pekerjaanya tidak menarik, tetapi karena kuning mudah bosan. Kuning percaya kehidupan harus dialami dalam jalur cepat, jika mau dijalani!
Kuning impulsif dan gelisah. Orang tidak pernah bisa yakin apa yang bisa diharapkan dari individu-individu yang sulit diduga ini. Hari ini di sini, besok sudah di Hawaai! Mereka mudah berubah, tetapi seringkali melakukannya dengan tidak produktif. Sukar untuk bergantung pada para kuning yang angin-anginan ini, yagn slalu mencari kehidupan yang bebas dan mudah. Mereka tahu bagaimana caranya bersenang-senang dan berharap semua orang lain berusaha menjadikan hal itu mungkin bagi mereka.
Kuning sangat tertarik untuk melestarikan kehidupan “liar”. Dengan kata lain, mereka selalu siap untuk mengadakan pesta. Kerutinan sehari-hari segera terasa monoton, dan kuning menyelinap pergi ke dalam lingkungan baru dan berbeda. Kuning menemukan alasan-alasan menajubkan untuk ketidak-disiplinan mereka. Sekali alasan mereka gagal, masyarakat mendesakkan batasan pada mereka dan bersiaplah untuk aksi merajuk dan marah dari kepribadian ini.
  •     POPULER DAN KHARISMATIK
Kuning senang menjadi pusat perhatian. Penerimaan sosial sangat penting bagi mereka. Persahabatan menduduki prioritas tertinggi dalam kehidupan mereka, karena popularitas menjawab salah satu kebutuhan dasar mereka – kebutuhan dipandang baik oleh umum. Kuning sangat verbal. Mereka menyukai percakapan yang menyenangkan, tetapi mereka juga bisa mengikuti arus. Kuning dapat mengobrol ringan dengan cara terbaik. Mereka seringkali menghidupkan pesta. Baginya, menjalin hubungan atau tertawa sangat mudah. Mereka benar-benar menyukai orang dan menemukan dirinya dikelilingi orang-orang. Mereka secara alami populer tanpa perlu berusaha keras seperti tipe keperibadian lainnya.
Kuning seringkali tampak sangat menarik karena kepribadian mereka, hal ini karena mereka pandai memilih gaya yang menekankan kualitas fisik dan sosial terbaik mereka. Mereka memiliki gaya untik yang paling memikat dibandingkan semua kepribadian lain. Kata sifat yang seringkali digunakan bagi kuning adalah karismatis. Mereka mendidik anak secara karismatis, menjalankan bisnis secara kharisimatis, dan bercakap-cakap secara kharismatis. Kepribadian ini dapat dengan mudah menggerakkan sekelompok orang untuk menangis atau tertawa.
Kuning perlu diperhatikan. Tidak banyak yang bisa meningkatkan hubungan dengan kuning dibandingkan pujian. Kuning perlu tahu mereka dihargai dan disetujui. Kuning sering bertindak seolah dunia ada di tangan mereka, tetapi mereka kemukakan sampai mereka tahu aman secara emosional. Rasa aman paling terbukti bagi kuning melalui pujian.
  •     MENYUKAI AKSI
Karena mudah bosan, kuning mencari petualangan. Mereka tidak pernah bisa duduk diam lama-lama. Mereka memilih teman-teman yang seperti mereka, menolak untuk membiarkan “detail yang membosankan” menghalangi hal paling penting di dunia ini – bermain. Ironisnya, saat ini banyak orang salah di diagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder alias ketidakmampuan berkonsentrasi lama) Ketika kenyataanya, mereka hanyalah berkepribadian kuning yang bergulat dengan ketidakmampuan bawaan untuk duduk diam terlalu lama atau tetap memusatkan perhatian

Seorang yang berkepribadian kuning tidak ingin mengubah diri mereka sendiri, melainkan mengubah dunia di sekeliling mereka. Namun, apa yang mereka rubah biasanya tidak penting, dan ketika mereka melakukannya, malah kontra produktif. Kuning belajar sejak dini untuk mencari jalan pintas. Mereka seringkali mengakui jasa atau prestasi yang tidak benar-benar mereka raih sepenuhnya. Mereka cukup menceritakan separuh kebenarannya, atau merasa bukan soal besar apakah mereka sesuai dengan ucapan mereka selama tidak ada yang dirugikan.
  •     KETERBATASAN KUNING
Kuning kurang menghargai hak milik orang lain. Mereka adalah individu ceroboh dan berantakan yang menjaga penampilan mereka bersi dan mengkilat sementara rumah mereka seringkali menderita karena ditelantarkan. Mereka ingin tampak sangat baik di mata dunia, dan ketika pujian sosial menjadi pertimbangan, mereka segera menuruti standar masyarakat. Jika tidak demikian, memelihara rumah mungkin membutuhkan terlalu banyak usaha.

Mereka tidak teratur dalam lingkungan dan pemikiran pribadi. Daripada memusatkan perhatian pada masalah – masalah nyata dan acara penting, kuning membuang – buang waktu dengan soal-soal kecil dan aktivitas yang tidak relevan. Mereka sukar mengikatkan diri pada apa pun yang harus diprioritaskan sebelum bermain, dan akibatnya sering menemukan diri mereka dalam hubungan yang dangkal dan kosong, selain juga menjadi sedikit banyak dangkal dan kosong begitu terlibat dalam hubungan.
  •     KEKUATAN KUNING
Terlepas dari pergulatannya dengan disiplin diri dan komitmen, kuning bersemangat untuk mengalami semua segi kehidupan. Dengan naif mereka meminta lampu sorot diarahkan pada mereka, seolah-olah mereka selalu menjadi bintang panggung. Kuning selalu membuat kita ingat bahwa kita semuda perasaan kita. Mereka tetap muda dalam sikap mereka pada ide-ide, perubahan, hubungan, pekerjaan, dan masa depan. Kuning menyandang kualitas pengharapan kanak-kanak, yang mengilhami orang lain untuk mengapresiasi dan menghargai diri sendiri selain dunia indah di mana mereka tinggal. Kuning memuji sisi baik mereka. Kuning lebih cenderung menyukai diri mereka untuk siapa mereka daripada apa yang mereka lakukan. Mereka adalah para penghubung orang dan lem sosial dalam masyarakat. Kuning mengungkapkan diri mereka dengan terus terang dan tidak dibuat-buat. Mereka memberi perhatian yang jenaka pada kehidupan dan mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mereka bebas memberi pendapat selain juga memberi diri mereka, dan seringkali menyebarkan semangat persahabatan yang menular ke mana pun mereka pergi. Begitu kehidupan anda disentuh dengan akrab oleh seorang kuning, anda akan lebih menghargai kegembiraan luar biasa yang bisa dicapai jiwa manusia dan harapan optimis yang dapat diraih hati manusia.

Nah jika memahami perbedaan karakter ini mungkin kita takkan bertanya-tanya lagi, kenapa si A kerjanya lelet dan banyak alasan ini itu ketika mengerjakan sebuah tugas?(ini menurut pandangan si Merah terhadap si biru), sedangkan biru akan berpikir kenapa si B begitu serampangan dan bertindak seperti layaknya koboi?.Karena merah berorientasi pada tujuan maka semua  cara yang dia pandang efektif akan dia lakukan asal tujuannya tercapai.








Friday, February 1, 2013

Mencermati Film Cinta Tapi Beda, dan Akibat yang ditimbulkannya.

Menarik sebenarnya menyimak film satu ini, dan hasil dari akibat pemutarannya ( sebenarnya pas awal pemutaran film ini dan membaca sinopsisnya saya merasa aneh,,,apakah penulis dan semua yang terlibat dalam terciptanya film ini  tidak melakukan penelitian terlebih dahulu?"). saya melakukan sedikit penelitian terhadap film ini,  film ini diangkat dari cerita dalam salah sebuah blog, yang katanya berdasarkan "True Story" sinopsisnya antara lain :

Adapun Cahyo, diki­sahkan se­­bagai cowok ganteng asal Yogya, bekerja sebagai chef di Ja­karta. Ia anak pasangan Fa­dholi dan Munawaroh, keluar­ga muslim yang taat beribadah.

Sedangkan Diana, dikisahkan sebagai gadis asal Padang.Perempuan berparas sa­ngat Indonesia, mahasiswa ju­rusan seni tari. Ia tinggal ber­sama om dan tantenya di Ja­karta. Keluarga Diana pe­nga­nut Katolik taat. Cahyo dan Diana bertemu di pertunjukan tari kontemporer di Jakarta. Me­reka memutuskan ber­paca­ran walaupun berbeda ke­ya­kinan. Mereka bahkan serius me­lanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan.

Diana was-was ketika Cah­yo mengajaknya menemui orangtuanya. Ibu Cahyo bisa me­mahami cinta anaknya, tapi tidak Pak Fadholi. Sampai kapan pun Pak Fadholi tidak akan merestui Cahyo. Bila Cah­yo memaksa, Pak Fadholi me­milih memutus ikatan tali ke­luarga. Ternyata tidak mu­dah bagi Cahyo dan Diana men­ja­lani cinta beda keyakinan.

Ibu Diana juga keberatan dengan pilihan putrinya. Ka­kak-kakak Diana, termasuk om dan tantenya, telah me­ning­galkan keyakinan me­reka. Ibu Diana memaksa Diana me­ngi­kuti kehendaknya. Itu se­bab­nya, Diana akhirnya me­mi­lih kembali ke Padang dan m­e­nerima perjodohan dengan do­kter Oka, lelaki pilihan ibu­nya dan seiman. Ia coba tutup ha­tinya untuk Cahyo.

Dan akhirnya seperti sudah diduga, banyak sekali dari perkumpulan masyarakat yang menentang isi dari film ini, khususnya dari perkumpulan masyarakat minangkabau. Ada yang berprasangka bahwa pasti ada maksud lain dari pemutaran film ini. Dan sayang sekali kisah ini memang tidak masuk akal.:( 

Seharusnya film ini dan setiap orang yang terlibat dalam pembuatannya, bisa sedikit melakukan kajian khususnya untuk bagian masyarakat yang akan dicantumkan dalam film. Bagian masyarakat ini adalah masyarakat Minangkabau yang secara jelas dan turun temurun telah mengamalkan falsafah "Adat basandi syarak, dan Syarak basandi Kitabullah" yang artinya bahwa, masyarakat Minangkabau mempunyai adat yang bersendikan agama, dan agama itu bersendikan dari Alquran.

Bagaimana mungkin sutradara dan para pembuat film bisa tidak mengetahui hal ini?

Mengutip dari perkataan walikota Payakumbuah, yaitu Riza  Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku yang mengatakan :”Film Cinta Tapi Beda itu diduga kuat menyimpang dari falsafah hidup Minangkabau, me­mutarbalikkan fakta dan me­­mojokkan masyarakat Mi­nang­­kabau yang kental de­ngan Is­lam. Jika dibiarkan beredar atau diputar pada bioskop-bios­kop, akan membuat hati mas­yarakat Minang terluka. Ka­rena, cerita yang dibuat su­tra­daranya, tidak sesuai de­ngan budaya Minang,” kata Riza Falepi.

Sangat disayangkan sekali jika para pembuat film CTB ini bisa sangat tidak sensitif tentang isu-isu sensitif seperti itu.

Tapi yang mengejutkan adalah isu-isu yang berkembang setelahnya, Adalah seorang Sutomo Paguci dengan tenangnya menuding   "sikap penolakan masyarakat Minangkabau atas film Cinta Tapi Beda adalah karena etnik ini berada dalam cengkraman pola pikir wahabisme."

Saya  menjadi berpikir, apakah ini maksud pemutaran film tersebut?.Membuat resah suatu kelompok masyarakat setelah itu membuat isu yang menyudutkan sebuah kelompok masyarakat yang nantinya pasti akan sangat merugikan cuma satu pihak?.





Monday, January 21, 2013

MANAJER DAN MANAJEMEN


Saya suka sekali dengan tulisan ini yang saya baca dari sebuah blog yang menarik, maka saya bagikan dalam blog saya ini. Semoga bermanfaat....:)

MANAJER DAN MANAJEMEN

Masalah pegawai seperti pedang bermata dua. Jika anda tidak menggaji karyawan, maka perusahaan tidak bisa besar dan anda kecapaian karena mengerjakan banyak hal yang tidak ada habisnya. Sebaliknya jika memiliki pegawai, kita sakit hati karena tidak masuk waktu dibutuhkan, dikasih ati ngerogo rempelo, pegawai lama melunjak, pegawai baru diajari gak ngerti-ngerti. Belum lagi ada yang korupsi dan mencuri barang perusahaan. Ya Tuhaaaaan ! Cek sorone seh menjadi seorang pengusaha ini ! Tobat...tobaaat !

MASALAH KLASIK PERUSAHAAN MENENGAH

Tenang bro ! Anda tidak sendirian, semua orang pasti akan mengalami fase keki ama pegawai  ini. Kabar baiknya, saat ini anda sedang mengalami ujian kenaikan kelas. Dari single fighter menjadi leader. Dari seorang biasa menjadi orang yang luar biasa ! 

Kabar buruknya, sebagian besar orang tidak naik kelas. Akibatnya, seumur hidup mereka bergulat dengan masalah klasik kepegawaian ini. Kok bisa pak Wapan ? Gaji yang saya berikan ke mereka sudah di atas UMR loh, saya juga bukan bos yang kejam. Kalo mereka butuh utangan, saya hutangi. Kalo anaknya sakit, saya bantu biayanya. Kalo ada barang yang hilang, saya tutup mata. Coba deh pak, saya ini kurang apa sebagai majikan mereka ? Sekalipun begitu, pancet ae mokong !  Sebagai tambahan ya Pak Wapan, saya ini kasih THR di atas rata - rata perusahaan lainnya.  

 Ya...saya tahu ! Anda adalah bos yang jauh lebih baik dibandingkan bos - bos lainnya. Tetapi anda tidak akan naik kelas karena lebih baik dari bos lainnya. Anda memiliki konsep yang salah tentang pegawai. Prinsip kepemimpinan anda salah. Anda bertindak sebagai bos, bukan sebagai seorang pemimpin. Menang atau kalah bos tetap nyerek (menang). Sementara pemimpin selalu mengusahakan semua pihak menang, sekalipun pemimpin memiliki kedudukan yang lebih tinggi.

Yah, anda bisa membantah saya dengan betapa banyak modal yang anda masukkan ke usaha anda, betapa keras kerja yang anda lakukan untuk memajukan perusahaan anda dan rasa memiliki yang sedemikian besar. Saya tahu itu dan saya tidak omong kosong. Setiap bos berhak dihormati anak buahnya dan diperlakukan sebagai seorang bos ! Tidak ada yang namanya persamaan derajat antara bos dan karyawan. Saya membayar kamu untuk melakukan apa yang saya suruh kamu kerjakan ! TITIK ! Jangan kakehen cangkem dan ngoceh ! Apa susahnya ngerjakan pekerjaan ini sih ? Sebentar aja selesai, nek kamu gak kakehen cangkem !

Ya bos ! Siap ! Karyawan anda sekarang mengerti posisi mereka, sekaligus mengerti keuntungan dan kerugiannya. Bos boleh marah, dan saya boleh mbolos. Bos boleh ngoceh dan saya boleh tidak mendengarkan. Toh kita sama-sama butuhnya. Kamu bisa cari pegawai lainnya buat menggantikan diriku, tetapi kamu akan pegel karena bolak-balik training pegawai baru. Kamu rugi karena pegawai baru pasti banyak salahnya. Nek mbok pikir kamu gak butuh aku, ya pecaten ae aku ! Gak masalah, lebih baik gak kerjo di tempatmu daripada mbok injak-injak terus-terusan.

Karyawan itu juga manusia bos ! Bisa cape, bisa ngamuk dan bisa nggondok. Bedane,  kerja jadi karyawan 10 tahun tetap gak bisa buat beli rumah. Nek kamu, bos,  kerja dilut ae wes isa tuku rumah ! Nek tokomu ramai, duitmu tambah akeh. Aku tambah soro dan bayaranku pancet bos ! Tambah tahun duitmu tambah akeh dan anakmu mainane banyak. Koen tuku opo ae iso, lah aku bos, melok kowe 10 taon ijek nyicil sepeda motor. Koen ngomong bayaranku wes akeh, tapi tetep ae gak cukup gawe mangan. Anakku yo tambah gede bos, uang sekolah'e tambah larang, uang buku, uang sakune juga tambah gede pisan. 

Saiki bos kasih aku 1.000.000 per bulan. Nek dibagi 30, jadi Rp 33.000 per hari. Duit segitu bisa buat apa toh bos ? Buat makan cukup tah bos ?  Buat aku, bojoku ambek anak sebiji ? Uang sekolah anakmu piro toh bos ? Tak jamin lebih gede timbang gajiku, terus uang saku anakmu paling cilik iku piro bos ? Paling tidak separuh gaji bulananku. Belum lagi nek aku sakit. Kira-kira sekali ke dokter mbayar piro toh bos ? Nebus obat'e piro bos ? Saiki bos bisa ngomong salahku dewe gelem dadi pegawai, salahku dewe gak iso ngatur duit ? Emang, 33 rebu sehari itu yak apa toh. ngaturnya ben iso di celengi ?

Jadi bos, nek aku mbeler, nek aku ora mlebu kerjo, yo ojok disalah-salahno toh yoo ! Memang bos kasih bayaran lebih gede dari toko lain, tapi tetep aja gak cukup. Memang pegawaine bos akeh, jadi pengeluaran gaji akeh pisan. Aku ngerti iku bos, bukane aku gak mau tau....tapi ya iku bos, aku iki kepingin maju, kepingin urip rodo enak titik. Kasih aku kesempatan buat maju toh bos... nek gak iso gak salah toh aku mbeler koyok ngene...

Wes ! Kalau tak teruskan nanti jadi ajang curhat karyawan dan bos ! Ha...ha...ha....
Pendeknya, pegawai, biaya dan keuntungan itu adalah masalah klasik perusahaan. Seberapa besar perusahaan anda tidak menjadi masalah, selama anda memiliki karyawan maka masalah ini akan mengikuti anda. Kira - kira bagaimana solusinya ?

MANAJEMEN DAN MANAJER

Jangan berpikiran mahal dulu fren, manajemen adalah sistem kerja dan bukan barang mahal. Sistem ini bisa diciptakan siapa saja termasuk anda, yang diperlukan cuman kesediaan berpikir dan waktu. Mulailah dengan membuat deskripsi pekerjaaan yang anda lakukan setiap harinya, kemampuan yang dibutuhkan dan besarnya upah yang bersedia anda berikan sebagai ganti waktu dan tenaga anda sendiri.
Sampai titik ini anda mahir loh Anda segera memperkerjakan supir, kernet, penjaga gudang, bagian toko dan administrasi. Yang lebih maju pola pikirnya menambahkan kasir dan pembukuan. Itulah manajemen, cukup mudah bukan ! Masalahnya manajemen itu berkembang sesuai dengan pertumbuhan perusahaan. Inilah kesalahan utama anda.

 Pada tahap awal, semuanya serba manual. Perintah pegawai berdasarkan omongan saja. Kamu kerjakan ini, Elo kerjakan itu dan kita kerja bareng-bareng jam seginian. Perintah langsung memang mudah bila pegawai kita cuman dua tiga biji. Lagipula waktu kita juga cukup banyak. Sampai tahap ini semuanya berjalan lancar dan komunikasi berjalan dengan baik. Masalah bisa terlihat dan diselesaikan saat itu juga karena perusahaan anda masih minim order dan turun langsung ke medan pertempuran.

Seiring dengan berjalannya waktu dan majunya perusahaan anda. Maka penambahan pegawai menjadi tak terelakan lagi. Anda harus kulakan, anda harus nagih utang dan anda harus menangani pelanggan yang semakin banyak. Di sini prioritas anda sudah berubah dan tekanan modal meningkat. Mana yang. mendatangkan uang itulah yang anda kerjakan lebih dulu, toh tujuan semua yang kita lakukan selama ini adalah mencari uang bukan ? Masalah pegawai nanti dulu deh ? Diselesaikan nanti aja, ditunda dulu karena tidak genting !

Si Jontor yang lulusan SMP kita serahi tanggungjawab training pegawai baru. Si Jontor yang kerjanya ditambah ini tidak dikasih insentif. Sebaliknya ditambahi caci maki karena gak isa ngurusi anak baru ! Oh Jontor, malang sekali nasibmu ! Bayaran pancet kerjoan ditambah ! Sementara itu anda asyiik mengeksplor pasar baru dan dag dig dug nagih utang langganan yang semakin molor pembayarannya. Ngapain ngurusi masalah manajemen ? Kan wes ada sistemnya, wes ada orang yang diserahi tanggungjawab dan wes cukup bayarane.

Ya, saya bilang model manajemen anda masih tradisional. Tapi mau gimana lagi, kebanyakan orang memang ngertinya yang beginian aja. Karena itu masalah pegawai ini selalu menyertai perusahaan menengah. Perusahaannya berkembang melampaui kapasitas manajemennya. Saya yakin itu juga kesalahan anda karena tidak mempersiapkan orang-orang yang dibutuhkan ketika perusahaan membutuhkan. Jika anda pikir training orang itu hanya sebulan sampai tiga bulan, maka anda salah besar ! 

Training itu melibatkan pengalaman, kesalahan dan kemampuan. Jontor memang memiliki pengalaman dan kesalahan, tetapi tidak memiliki kemampuan ! Kepemimpinan itu tidak segampang membalik telapak tangan. Ada unsur kecerdasan dan pelayanan.Kepemimpinan adalah kemampuan membuat orang lain mengikuti mereka tanpa paksaan. Pemimpin menginspirasi sementara bos membayar ! Bos bisa menyuruh karena memiliki kuasa membayar gaji. Saya pikir anda pernah mendengar pegawai anda berkata, "Kowe iku sopo ? Wong gak mbayari aku ae, sok - sok-an dadi bos !"

 ika Jontor yang anda tunjuk mendapatkan cibiran seperti itu maka dia akan putus asa dan takut-takuten. Takut dimusuhi sama teman - temannya. Bagaimanapun juga kekuatan massa itu menakutkan, apalagi bagi Jontor yang bayarannya beda tipis dengan teman-temannya. Buat apa ambil resiko ? Mengikuti arus aja deh....lebih aman. 

Jika anda merekrut orang baru sebagai pimpinan mereka, maka kerusakannya jauh lebih dahsyat karena akan timbul perpecahan. Jelas si orang baru dimusuhi orang lama karena perbedaan gaji dan pengalaman. Kerusakan lainnya adalah budaya perusahaan. Jika anda memutuskan memasukkan orang luar ke dalam sistem, berarti anda sudah putus asa dan menyerahkan semua masalah ini ke pundaknya. Lakukan apa saja yang diperlukan agar masalah ini beres ! Saya tidak mau mendengar masalah ini lagi. SELESAI ! Are we Clear ?

Yes bos ! Dia akan ngatok ke anda dan membiarkan permasalahan semakin menggerogoti perusahaan. Di permukaan kelihatan tenang, tetapi di bawah ada gunung es yang gede ! Orang baru ini memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki budaya anda. Sistem yang sudah anda ciptakan sejak awal dirubah sesukanya dia. Dan anehnya anda lebih percaya orang baru ini daripada orang lama. Yah...saya ngerti karena anda sudah muak melihat mereka. Tetapi ketahuilah bahwa sejelek-jeleknya orang lama, mereka masih mempunyai rasa memiliki perusahaan seperti anda. Mereka sayang dengan perusahaan anda dan tidak rela melihatnya hancur loh !

Seharusnya anda mengetahui hal ini karena anda adalah bos. Tetapi anda tidak mau tahu lagi karena satu dua hal.  Yah sudah, tidak apa-apa. Toh saya bukan pegawai yang anda bayari, jadi buat apa saya memaksakan kehendak saya. Pokok'e wes tak omongi !
Jadi bagaimana caranya menyelesaikan masalah pegawai ini ? Apakah Pak Wapannuri bisa memberikan obat ajaib yang akan melenyapkan problem karyawan selama - lamanya ?

SISTEM MANAJEMEN YANG BERTUMBUH

Ya, anda harus mengembangkan kemampuan manajemen anda sendiri. Sesuaikan manajemen perusahaan anda dengan gaya kepemimpinan anda. Ubah sesuai dengan pertumbuhan perusahaan anda.  Bakukan yang sudah fix, buatlah sebuah program komputer untuk mengurangi rutinitas. 

Program komputer itu murah, sekitar 2 - 3 juta rupiah, tetapi manfaatnya besar sekali. Masalahnya adalah anda sendiri yang gaptek dan tidak mau bersusah payah karena tidak merasakan sendiri manfaatnya. Analogi tulisan tangan dan komputer yang sering saya sampaikan adalah :
Program komputer itu susah di depan tetapi cepat di belakang, sedangkan tulisan tangan itu cepat di depan susah di belakang. Jadi tinggal pilih, mau susah di depan atau di belakang ?

Bikin nota tulisan tangan itu 2X lebih cepat daripada pakai komputer. Tinggal corat - coret, sobek lembar putih kalo bayar kontan atau lembar merah kalau ngutang. Kalo pake komputer harus input nama barang terus tekan enter. Lalu siapkan kertas di printer LX-300 dan tunggu 2 menit sampai selesai. Terus disobek dari komputer dan  ditandatangani di meja. Gak praktis blas, bikin nota cek lama sekali seh !!

 Di akhir bulan, anda kepingin tahu omzet terkinii. Anda kumpulkan nota-'notanya, merah dengan merah dan putih dengan putih. Yang merah ditotal sendiri pake kalkulator, yang putih juga. Kalo ada 100 nota berarti ada 100 kali melototin kalkulator, kalo ada 200 nota ya 200 kali tekan kalkulatornya. Karena takut salah, andapun menghitung sebanyak 2 kali. Untung-untung kalo jumlahnya sama, jadi tidak perlu menghitung yang ketiga kalinya. Kalo sudah ketemu jumlah omzetnya, sekarang hitung tjwan-nya. Nota barang A anda pisah dengan barang B dan barang C dan seterusnya. Yah, 200 nota tadi anda  atur ulang dan tata ulang sekali lagi supaya bisa tau untung masing-masingnya. 

Bagaimana dengan stok barang ? Bagaimana dengan hutang-piutang ? Dan seberapa lama anda sanggup melakukan ini semua ? Saya jamin tidak sampai 1 tahun ! Ha....ha...ha.... saya aja cuman betah 3 bulan.
Sebaliknya jika anda sudah menggunakan program komputer maka semua kegiatan di atas digantikan dengan menekan tombol enter saja ! Berapa omzet bulan ini ? Cari Laporan penjualan dan tekan enter, 5 detik langsung muncul di layar monitor anda. Lihat Laporan hutang pelanggan dan tekan enter, ssrrreet muncul di monitor. Lihat laba bulan ini....creet muncul ! Lihat stok barang....creet muncul ! Lihat gambar porno....sssstt itu pake internet bro.... bukan pake program ini ! Lihat berita...weezzz buka detik.com ! Wes beres dah totalan bulan ini !

Jika perusahaan anda belum menggunakan sistem komputer, sediakan waktu dan tenaga anda sekarang juga ! Jangan tunda lagi karena semakin lama akan semakin besar perusahaan anda dan semakin malas anda jadinya !  Wes tah lah...percoyo ambek aku ae... asli tambah suwe tambah males !

PERTIMBANGKAN MENAMBAH POSISI MANAJER

Jika anda berpikir bahwa manajer bertugas menyelesaikan masalah yang anda buat maka anda salah besar ! Anda harus menyelesaikan masalah yang anda timbulkan dulu baru kemudian menyerahkan urusan selanjutnya ke manajer. Jika anda tidak melakukan ini maka bersiaplah keki dengan manajer baru anda ! 


Pegawai anda tahu kekurangan anda sedangkan si manajer baru tidak. Mereka akan menggunakan pengetahuan mereka tentang diri anda untuk mempengaruhi si manajer baru ini. Lagipula asal muasal munculnya masalah ini pun dia juga tidak tahu. Bagaimana cara menyelesaikannya ? Mana yang benar dan mana yang salah ? Membela yang membayar tidak menyelesaikan masalah karena masalahnya tetap ada bukan ! Sungguh aneh tetapi saya menjumpai cara penyelesaian seperti ini di mana-mana ! 

Bukan salah manajernya, tetapi salah anda sendiri !  Masalah yang terpendam bertahun-tahun mau diselesaikan dalam hitungan bulan, yak apa nek tak walik ae tah bos. Kamu gantian tak bayari untuk menyelesaikan masalah ini ! Toh penyebabnya juga kamu dewe ! 

Percayalah jika anda melakukan solusi seperti ini maka masalah anda akan bertambah satu lagi, tambah parah malahan. Wes mbayari manajer larang puool tapi gak iso opo-opo ! Saiki aku keki ambek pegawai plus manajer baru iku ! Gendeng....gendeng ! Ha...ha...ha....

 Jadi, selesaikan dulu masalah lama perusahaan anda. Hadapi pegawai anda, itu loh pegawai anda sendiri, yang merintis bersama - sama dengan anda ! Bukan masalah besar, hanya masalah komunikasi saja kok ! Jika anda seorang pemimpin maka seharusnya anda yang memulai lebih dulu ! Inisiatif harus datang dari atas ke bawah ! Kalo nunggu dari bawah ke atas berarti anda menunggu dunia kiamat !
Jika sudah beres dan no hard feeling maka ini adalah saatnya memperkenalkan manajer baru anda kepada mereka ! Tanggapannya pasti beda dan hasilnya jauh lebih memuaskan. Anda puas, pegawai puas dan manajer pun puas !

Apakah anda benar - benar memerlukan seorang manajer untuk perusahaan kecil sekelas anda ? Saya punya pertanyaan yang bagus untuk anda, "Apakah anda membutuhkan seseorang yang dapat anda percayai untuk mengurus perusahaan anda ?"

Jika jawabannya YA, maka anda butuh seorang manajer. Lalu manajer seperti apa yang sebenarnya anda butuhkan ?

Ada dua tipe manajer yang harus ada di setiap perusahaan yaitu manajer yang memiliki keahlian dan kemampuan seperti anda serta seorang manajer yang keahlian dan kemampuannya tidak anda miliki. Pendeknya yang satu memiliki karakter anda sementara yang lainnya karakter yang bertolak belakang dengan karakter anda. Mengapa ? Karena perusahaan yang berkembang adalah perusahaan yang dinamis .
Tiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Sebagai bos pun anda memiliki kekurangan yang harus ditutupi dengan kelebihan orang lain. Seorang. yang visioner cenderung pelupa, tidak praktis dan berantakan sementara seorang yang rapi, teratur dan sistematis cenderung monoton (tidak visioner). 

 Jika karakter anda perfeksionis maka perusahaan anda cenderung membosankan dan begitu - begitu saja ! Menjemukan, hidup enggan mati pun segan. Anda membutuhkan terobosan ! Anda membutuhkan seorang manajer yang enerjik, suka ambil resiko dan bersemangat. Sebaliknya jika karakter anda sanguinis, maka perusahaan anda cenderung berantakan dan matang karbitan. Kedua - duanya tidak sehat di masa mendatang. Kena angin ribut sedikit saja rame-nya gak karu-karuan atau tenangnya membahayakan ! Yang satu akan runtuh ketika dilanda badai masalah sementara yang satu tidak sadar sama sekali sedang menghadapi masalah.
 
Tetapi jangan langsung memutuskan memilih manajer yang bertolak belakang dulu karena bukan itu yang sebenarnya anda butuhkan. Mendidik manusia itu butuh waktu tahunan. Langkah pertama anda adalah menstabilkan perusahaan, untuk itu pililah manajer yang setipe dengan diri anda agar budaya yang anda bangun terpelihara. Setelah berhasil mulailah menarik manajer yang bertolak belakang dengan diri anda.

KESIMPULAN
Satu-satunya cara mengembangkan perusahaan adalah membayar pegawai sebagai ganti waktu anda. Jika anda pernah dikecewakan mereka, berarti sistem anda salah atau memilih karyawan yang salah. Seringkali kesalahan berasal dari anda sendiri.
Bos sesungguhnya dari perusahaan anda adalah manajemen, siapa melakukan apa, bertanggungjawab kepada siapa dan bagaimana caranya. Manajemen adalah dasar perusahaan, siapa mengabaikan ini akan meruntuhkannya, tidak peduli anda adalah bosnya.

Manajer adalah pengganti waktu dan tenaga anda. Cari seseorang yang memiliki karakter seperti diri anda dan bertolak belakang dengan diri anda. Silahkan coba tes kepribadian anda berdasarkan kode warna Hartman. Simpan file ini untuk anda pergunakan di masa mendatang. Sukses untuk anda.

Thursday, January 3, 2013

Sejarah Dominasi Dollar dan Kaitannya Dengan Proyek Pendirian Israel

www.centurionline.blogspot.com
I. Sejarah Dominasi Dollar di AS dan Dunia
Awalnya, semua negara di dunia menggunakan emas dan perak ketika bertransaksi satu sama lain. Bahkan AS pun dalam UUD-nya mencantumkan bahwa negara menggunakan koin emas dan perak sebagai alat pembayaran. Pada tahun 1800-an hingga 1900-an, orang-orang AS menggunakan uang koin emas dan perak.

Lalu pada 1862, Presiden Lincoln perlu uang untuk membiayai perang saudara (pertanyaan klasik yang hingga kini bisa terus dipertanyakan: siapakah pemicu perang? siapakah yang meraup uang dari perang?). Parlemen AS mengizinkan Lincoln untuk meminjam uang dari bank negara (saat itu masih benar-benar bank milik pemerintah AS) sebesar 150 juta dollar (dalam bentuk koin emas/perak). Seharusnya, pemerintahan Lincoln mengembalikan uang itu dengan uang lagi, namun karena tidak mampu, diperkenalkanlah uang kertas yang berisi ‘janji’ untuk membayar kelak di lain waktu. Ketika itulah pemerintah AS memperkenalkan uang kertas dalam bentuk ‘sertifikat emas/perak’. Para pemilik uang menyimpan uangnya di bank pemerintah, pemerintah akan memberikan sertifikat bukti simpanan itu. Sertifikat itu kemudian bisa dijadikan alat tukar. Si A bisa membeli barang kepada si B dengan menggunakan sertifikat ini, lalu ketika si B butuh uang, dia bisa menyerahkan sertifikat ke bank dan menukarnya dengan koin emas/perak sesuai yang tertera di sertifikat.

Uang kertas ini secara bertahap diperkenalkan ke masyarakat dan dicetak terus-menerus untuk membiayai pengeluaran negara.  Awalnya, saat itu ada cadangan emas di bank yang menjadi penjamin uang kertas itu, namun kelak, lama kelamaan, emas cadangan pun habis, sehingga pada akhirnya, uang kertas hanya uang kertas, bukan lagi ‘bukti’ penyimpanan cadangan emas di bank.

[Pertanyaan: mengapa uang kertas yang dijadikan jalan keluar? Jawabnya:

1) karena dgn uang kertas, segelintir orang bisa melakukan apa saja; misalnya, pemerintah bisa hidup mewah, yang tak mungkin bisa dilakukan bila hanya uang emas yang beredar; uang emas sangat terbatas dan hanya orang yang benar-benar bekerja dan punya sumber daya yang bisa memilikinya. Pemerintah korup tentu tak bisa bermewah-mewah dalam sistem uang emas, kecuali bila dengan terang-terangan menindas rakyat. Padahal, di era modern, penindasan dan perbudakan terang-terangan seperti zaman feodal dulu sudah tidak mungkin lagi dilakukan.
2) karena ada segelintir orang kaya yang bisa meraup kekayaan yang sangat-sangat-super banyak melalui sistem ini; selanjutnya akan dijelaskan pada bagian II “Sejarah The Fed”]

Tentu saja, prosesnya tidak mudah dan memakan waktu sangat panjang. Rakyat AS zaman itu sudah pasti tidak mau begitu saja dibodoh-bodohi: menyerahkan emas perak mereka untuk ditukar dengan kertas cetakan. Akhirnya pada 1933, dengan alasan untuk menyelamatkan perekonomian negara, Presiden Roosevelt menggunakan cara kekerasan: penyitaan emas-perak. Siapa saja yang menyimpan emas-perang dianggap kriminal dan terancam penjara dan denda. Transaksi harus menggunakan uang kertas. Semua kontrak bisnis yang menggunakan uang emas harus dikonversi ke uang kertas. Semua pemilik uang emas-perak harus datang ke bank untuk ditukar dengan sejumlah uang kertas. [Proses penyitaan emas ini juga dibarengi dengan indoktrinasi di sekolah-sekolah/universitas, karena pada era itu, sekolah di AS sudah dibawah kendali pemerintah. Rakyat AS didoktrin bahwa uang kertas sama baiknya dengan uang emas dan bahwa penyitaan emas adalah demi kebaikan rakyat.]

Setelah SEMUA uang emas ditarik, dan rakyat menggenggam uang kertas, bank pun melakukan devaluasi mata uang. Pemerintah AS lalu menjual sebagian emas yang disita dari rakyatnya itu kepada pasar internasional (tentu dengan melalui bank), dengan harga yang lebih mahal daripada harga beli dari rakyat. Pemerintah AS menerima uang kertas sebagai ganti emas yang ‘dirampok’ dari rakyat itu, lalu digunakan untuk membiayai roda pemerintahan (atau tepatnya, untuk membiayai kehidupan mewah para pejabat negara). Jelas ini adalah perampokan uang rakyat besar-besaran. Makanya dikatakan: sejak saat itu, rakyat AS dijajah oleh bank. Mereka harus bekerja keras, dibayar dengan uang kertas. Sumber daya alam –yang sejatinya milik rakyat- dieksplorasi (misalnya, emas dan minyak digali) lalu ditukar dengan uang kertas.

Pertanyaannya: siapa bank yang sedemikian berkuasa itu? Apakah benar-benar bank milik pemerintah AS? Jawabnya: baca di bagian II : Sejarah The Fed]

Selanjutnya, pada tahun 1944, AS menggagas sistem keuangan internasional yang disebut Perjanjian Bretton Woods. Perjanjian ini dihadiri 44 negara Barat ini sepakat bahwa negara-negara tidak lagi menggunakan emas sebagai alat transaksi internasional, melainkan dengan dollar yang di-back up oleh emas. Artinya, AS menjamin bahwa setiap uang kertas dollar yang dicetaknya, ada cadangan emas di bank dalam jumlah tertentu. Lalu, mengapa negara-negara adikuasa macam Inggris, Perancis, dll, mau menerima perjanjian ini? Pertama, karena saat itu mereka sedang dalam posisi lemah akibat Perang Dunia I-II. Kedua, karena bank AS saat itu memiliki cadangan emas terbanyak. Dengan demikian, negara-negara lain diminta percaya pada uang dollar karena bank AS menyimpan 2/3 emas dunia.

Kenyataannya, akhirnya AS tak mampu lagi (atau, saya curiganya, sudah didesain demikian oleh para penggagas uang kertas) mem-back up semua dollar hasil cetakan pabrik dengan uang (seperti dikatakan tadi, emas itu terbatas, uang kertas bisa dicetak semau pemilik percetakan). Akibatnya, pertukaran dolar dengan emas tidak lagi setara dengan harga pertukaran emas resmi yang disepakati di Bretton Woods. Pada tahun 1971, AS sepihak mengumumkan tidak lagi terikat pada Bretton Woods dan tidak lagi melakukan back-up emas terhadap dollar yang dicetaknya. Namun terlambat bagi dunia, dollar sudah merasuk ke seluruh penjuru dunia dan menjadi alat tukar utama transaksi internasional. Dunia sudah dicengkeram oleh penjajahan bank AS yang bisa seenaknya mencetak dollar. Pertanyaannya, siapakah sebenarnya bank yang mencetak dollar itu?

II. Sejarah The Fed

Satu-satunya lembaga yang ‘berhak’ mencetak dollar adalah bank bernama The Fed (Federal Reserve Bank). Ironisnya, ternyata bank ini bukan bagian/milik pemerintah AS.  Bank itu murni bank swasta, bahkan dimiliki bukan oleh orang AS, melainkan klan konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild dan rekan-rekannya (antara lain: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.)

Awalnya pada 1837-1862  AS punya bank pemerintah yang mencetak uang (sertifikat emas/perak, seperti sudah diceritakan sebelumnya). Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/perak. Lalu, pada tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The Fed. The Fed memiliki cadangan emas yang sangat banyak, sehingga mampu meminjamkan uang yang sangat besar kepada pemerintah AS. Kandidat-kandidat presiden AS dibiayai kampanye mereka oleh The Fed, dan setelah berkuasa, para presiden itu mengeluarkan keputusan/UU yang menguntungkan The Fed. Dimulai dari Presiden Woodrow Wilson, pada tahun 1914 menandatangani keputusan memberikan hak cetak mata uang AS kepada The Fed. Pemerintah mendapatkan uang kertas produksi The Fed dalam bentuk hutang yang harus dibayar kembali beserta bunganya. Rakyat AS dipaksa membayar pajak untuk membayar bunga tersebut.

Kelak Wilson menyesali keputusannya ini dan berkata, “Saya adalah orang yang paling tidak bahagia. Saya telah menghancurkan negara saya. Sebuah bangsa industri yang besar ini dikontrol oleh sistem kredit. Sistem kredit kita terkonsentrasi. Pertumbuhan bangsa ini dan seluruh aktivitas kita berada di tangan segelintir orang. Kita telah menjadi pemerintah yang paling diatur, dikontrol, dan didominasi di dunia modern. [Kita] tidak lagi pemerintah yang memiliki pandangan yang bebas, pemerintah yang diakui, yang dipilih oleh suara mayoritas, melainkan pemerintah yang dikontrol oleh opini dan paksaan sekelompok kecil orang yang mendominasi.”

(“I am a most unhappy man. I have unwittingly ruined my country. A great industrial nation is controlled by its system of credit. Our system of credit is concentrated. The growth of the nation, therefore, and all our activities are in the hands of a few men. We have come to be one of the worst ruled, one of the most completely controlled and dominated governments in the civilized world. No longer a government by free opinion, no longer a government by conviction and the vote of the majority, but a government by the opinion and duress of a small group of dominant men.”)

Pada tahun 1933, menyusul terjadinya krisis moneter, Presiden Roosevelt yang juga kampanyenya didanai The Fed, melakukan aksi penyitaan emas rakyat dan menyerahkannya kepada The Fed sehingga dollar benar-benar menjadi mata uang AS dan uang emas/perak tidak digunakan lagi.

Tentu tidak semua presiden AS sebodoh Wilson atau Roosevelt, sehingga mau menukar kedaulatan negara dengan uang bantuan kampanye. Presiden F Kennedy pernah berusaha melepaskan AS dari jeratan The Fed dengan membuat rencana penerbitan mata uang sendiri. Namun, sebelum rencananya terlaksana, dia sudah mati dibunuh. Presiden-presiden sebelumnya, dan para politisi dan ekonom AS pun sudah banyak yang memperingatkan bahaya penyerahan hak cetak dollar dan hak pendistribusiannya kepada bankir swasta; namun suara-suara itu lenyap begitu saja, seiring dengan terus berlanjutnya proses indoktrinasi sistem ekonomi uang kertas di kalangan akademisi seluruh dunia.

Situasi ini dijelaskan sendiri oleh Rothschild pada tahun 1863, “Sedikit orang yang memahami sistem ini sangat tertarik pada keuntungan sistem ini atau sangat memiliki ketergantungan pada sistem ini, sehingga tidak akan ada perlawanan dari mereka” (“The few who understand the system, will either be so interested from it’s profits or so dependant on it’s favours, that there will be no opposition from that class.”)

Meluasnya penggunaan dollar di dunia, dan dijadikannya dollar sebagai standar mata uang dunia (contoh: harga2 di Indonesia selalui dikaitkan dengan dollar, dollar naik, harga barang di Indonesia juga naik) membuat The Fed kini pada hakikatnya adalah penjajah dunia, termasuk rakyat AS sendiri. The Fed leluasa mencetak dollar, dan rakyat sedunia memberikan kekayaan alam dan keringat mereka untuk ditukar dengan dollar. Contohnya Indonesia, karena pemerintah Indonesia mau saja dibodoh-bodohi menerima hutang dollar;  untuk membayarnya, digunakanlah uang pajak hasil keringat rakyat dan dengan menjual sumber daya alam.

III. Kemana Uang The Fed Mengalir?

Pertanyaan akhir, buat apa klan Rothschild dan kroni-kroninya itu mengeruk kekayaan dari seluruh penjuru dunia? Masih kurang kayakah mereka? Kapankah mereka akan bisa terpuaskan?

Jawabnya:

1. Kalau kita kembali pada Al Quran (AlHumazah:2-3), mereka inilah yang disebut “orang yang mengumpulkan uang dan menghitung-hitungnya; dan mengira bahwa hartanya itu akan mengekalkan dirinya.”

Mereka terus-menerus mengumpulkan uang, dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan menjajah secara terang-terangan, atau menjajah melalui sistem uang kertas, demi mempertahankan keabadian diri dan keluarga mereka di muka bumi. Dan inilah ujian bagi manusia yang beriman: mau terus tunduk di bawah penjajahan manusia-manusia jenis ini, atau bergerak, bergerak, bergerak, berjuang membebaskan diri dan menciptakan keadilan di muka bumi.

2. Kalau mau diperdalam lagi pembahasannya: Rothschild adalah Yahudi-Zionis yang punya impian untuk membangun Israel Raya. Israel mengenang  Baron Edmond James (Avrahim Binyamin) de Rothschild (1845-1934) sebagai "Father of the Settlement". Dialah yang pertama kali memulai proyek permukiman Israel dengan membeli tanah-tanah di Palestina untuk kemudian dihuni oleh imigran-imigran Yahudi dari berbagai penjuru dunia. Impian Edmond Rothschild ini diteruskan oleh keturunannya (bahkan, darah klan Rothschild tetap ‘murni’ hingga sekarang karena ada aturan ketat tentang pernikahan dalam keluarga itu).  Ketika jumlah penduduk Yahudi sudah cukup signifikan, dengan uangnya, klan Rothschild menggunakan segala macam cara untuk menekan wakil-wakil negara-negara anggota PBB sampai mereka akhirnya pada tahun 1947 menyetujui Resolusi 181 yang merampas 56,5% wilayah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Hingga kini, biaya operasional Israel masih terus disuplai oleh AS (dan siapa sesungguhnya pemilik uang di AS, dan bagaimana uang itu dikeruk, sudah terjawab di uraian di atas). Oya, ingat juga fakta bahwa Deklarasi Balfour 1917 -yang berisi kesepakatan Inggris untuk menyiapkan tanah air bagi bangsa Yahudi- disampaikan secara resmi oleh Menlu Inggris kepada Walter Rothschild (anak Edmon Rothschild).

(Jasa Edmond Rothschild diabadikan dalam uang koin emas Israel yang dinamai “Koin Hari Kemerdekaan” seperti pada gambar- Bagian depan (kiri): foto Baron Rothschild bertulisan aksara Hebrew “Father of the Jewish Settlement". Dan Bagian belakang (kanan) : lambang negara Israel dengan tulisan di bawahnya "Baron Edmond de Rothschild", "1845-1934" (masa hidup Edmond Rothschild), "Centenary of His First Settlement Activities in Eretz Israel". Kata "Israel" ditulis dalam huruf Hebrew, Inggris, dan Arab. Tahun penerbitan mata uang ini adalah 1982.

IV. Penutup

Jadi inilah kenyataannya: dunia ini berjalin berkelindan, tak ada manusia/bangsa yang benar-benar hidup sendirian, semua saling terkait dan terpaut, dan karenanya umat manusia seharusnya berjalan bersama, berjuang  bersama mencapai kesadaran diri (emansipasi), dan memandang dunia secara jernih supaya bisa melihat bahwa sebagian besar penduduk dunia ini saat ini sedang ditindas oleh segelintir lainnya. Dan karenanya, masihkah ada lagi yang harus bertanya: mengapa kita orang Indonesia musti membela Palestina, bukankah lebih baik mengurusi korban Lapindo? Lihatlah, siapa yang ada di balik semua ini dan bergeraklah! Minimalnya, bergeraklah dengan cara menyebarluaskan penyadaran dan pencerahan, melalui sikap sehari-hari (misalnya, mulai bersikap independen dan tidak lagi selalu berorientasi uang dalam menjalani hidup), kata-kata, atau tulisan. [Dina Y. Sulaeman]

Wednesday, December 5, 2012

Intervensi Amerika dalam Pergolakan Politik di Indonesia


Ada pertanyaan kenapa sipil selalu 'dikerjai' militer dalam setiap pergolakan sosial politik. Sebenarnya anggapan atau penilaian tentang sipil yang selalu 'dikerjai' militer itu kurang tepat.. ada sesuatu atau latar belakangnya.

Sesuatu atau latar belakang itu, kita sering sebut dengan "intervensi" barat atau AS yang merupakan sebuah kekuatan politik dominan di dunia. Intervensi barat/AS itu bisa dalam bentuk intervensi langsung yaitu AS secara aktif dan terbuka memainkan peranannya dalam sebuah negara. Bisa juga AS memainkan perannya melalui lembaga internasional seperti PBB. Atau AS memainkan peran sebagai dalang dibelakang layar. Peran AS yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga negara lain ini merupakan "kebiasaan" atau tradisi yang selalu diperankan oleh AS. AS "selalu merasa terpanggil" jika ada situasi politik suatu negara yang khaos/chaos, terjadi pergolakan, pergantian /transisi regim secara inkonstitusional, kudeta, perang saudara, konflik militer, pelanggaran HAM masif dan massal dan seterusnya disuatu negara. Konstitusi AS "mewajibkan" pemerintahnya untuk menjadi polisi dunia dan penegak keadilan, HAM dan demokrasi di seluruh dunia. "Kewajiban" dan tanggungjawab itu akan semakin besar jika AS menilai ada kepentingan AS dan sekutu-sekutunya yang terganggu atau terancam.

Berdasarkan konstitusi dan kepentingannya itulah (sosial, politik, ekonomi dan militer), AS akan melakukan intervensi terhadap suatu negara Standard operating procedure (SOP) intervensi AS sesuai mandat konstitusi sudah baku. Ada kriteria-kriteria dan prasyarat-prasyarat tertentu untuk masing-masing jenis atau tingkatan intervensi. SOP pertama tentu saja melalui mekanisme PBB. Modus ini dipakai utamanya jika negara yang sedang bergolak merupakan negara yang memiliki aliansi atau afiliasi politik atau militer dengan kekuatan politik lain selain AS. Misalnya negara tersebut merupakan anggota NATO, MEE, commonwealth, Liga Arab, uni afrika, dst. AS tidak bisa langsung masuk intervensi ke negara tersebeut untuk beraksi. Hal ini selain disebabkan khawatir intervensinya akan menyebabkan "kemarahan" pihak lain, mencegah eskalasi konflik yang meluas, juga menghindarkan AS dari kecaman dari pihak-pihK lain yANg tidak suka dengan intervensi AS itu. Juga terkait dengan biaya "perang/intervensi" yang akan ditanggung. AS tentu saja tidak mampu untuk menanggung beban biaya sendiri dalam menyelesaikan setiap konflik/pergolakan politik.

Sejarah membuktikan bahwa AS menglami kebangkrutan ekonomi dan utang yang luar biasa besar agar "intervensi militer" secara langsung ke Irak  dan Afghanistan. Oleh sebab itu, intervensi AS ke negara-negara bergolak, harus dilakukan secara cerdas dan disesuaikan dengan banyak faktor. Analisanya komprehensif.

Khusus untuk RI, AS sudah punya pola atau modus yang teruji keberhasilannya. Untuk RI, AS pasti menggunakan strategi intervensi tak langsung. Strategi intervensi tak langsung atau dikenal dengan nama Asymetric Warfare strategy. Operasi ini bukan dikomandoi oleh pentagon tetapi CIA atau Central Intellegent Agency adalah salah satu badan intelejen AS yang boleh beroperasi di seluruh dunia di luar AS.

Satu lagi badan intelelejen AS yang sangat besar dan berkuasa adalan NSA atau National Security Agency. NSA lebih besar dari CIA tapi fokusnya untuk menjaga keamanan negara AS dari ancaman musuh atau kekuatan asing. Beda dengan CIA yang fokusnya untuk menjalankan kepentingan AS diluar. Kembali ke Asymetric Warfare Strategy (AWS) yang dijalankan CIA. Modus AWS ini telah terbukti berhasil di RI saat G30S dan reformasi 98.

Saat itu, AS melihat bahwa di RI sedang terjadi pergolakan politik yang berpotensi menjatuhkan regim yang berkuasa dan munculnya regim baru. Sebelum AS intervensi, akan ada analisa dulu terkait degan posisi regim berkuasa dan posisi regim yang berpotensi untuk menggantikannya. Tentu saja semua terkait dengan kepentingan AS. Mana yang lebih menguntungkan AS. Ikut membantu jatuhkan regim atau mempertahankannya.

Jika regim yang akan tumbang adalah sekutu AS, maka regim yang menggantikannya harus juga merupakan sekutu AS. Jika regim pengganti tidak sejalan dengan kepentingan AS, maka operasi AWS akan diperluas dgn membelokan "regim" yang akan berkuasa. AS akan mencari "tokoh" lain didalam pihak oposisi yang bisa "diorbitkan" untuk menyaingi "tokoh" oposisi terkuat yang dinilai tidak sejalan. Tokoh terkuat itu nantinya perlahan-lahan akan "dihabisi" baik secara langsung (dibunuh/ terbunuh) atau secara tidak langsung dengan menggerogoti legitimasi moral dan politiknya.

Hal ini terjadi pada di RI saat reformasi 98. Suharto yang merupakan sekutu terdekat AS di Asia Tenggara dinilai bakal jatuh. Sebenarnya AS punya kemampuan untuk mempertahankan Suharto. Tetapi, AS menilai Suharto bukan lagi "asset" yang layak dipertahankan. Suharto saat itu sudah terlalu dekat dengan kelompok Islam. AS menilai kedekatan dan hubungan Suharto dengan Islam sudah sangat dalam dan dapat membahayakan. Maka AS mengambil sikap untuk menyingkirkan Suharto dan mempercepat kejatuhannya. AS sangat paham bahwa kekuatan utama Suharto adalah ABRI. Menjatuhkan Suharto harus terlebih dahulu menghancurkan ABRI utamanya TNI AD. AS juga paham bahwa kekuatan inti TNI AD ada pada Kopassus.

Kopassus yang pada saat itu dikuasai oleh Prabowo Subianto yang juga menantu Suharto. Sebab itu AS pertama-tama melalui AWS akan hancurkan kopassus. Kesempatan AS menghancurkan Suharto qq. TNI AD qq Kopassus mendapatkan momentum yang tepat karena isu HAM terkait penculikan aktivis-aktivis kiri.

Saat itu tokoh-tokoh reformasi juga mengusung isu penegakan HAM melalui tuntutan proses hukum dan keadilan terhadap para pelakunya. Kita mengetahui bahwa yang menjadi sasaran tuntutan publik pada saat itu adalah Suharto cq. Kopassus cq. Prabowo cq. Ti, mawar sebagai pelaku. Meskipun faktanya adalah penculikan dan pembunuhan para aktivis radikal kiri itu sebenarnya policy tak resmi regim Suharto. TNI terlibat.

Namun, kepentingan AS dan operasi AWS CIA di RI tidak semata-mata hanya hancurkan Suharto tetapi juga TNI dan Prabowo. CIA tidak menghendaki Prabowo muncul ke permukaan dan menggantikan kedudukan Suharto. AS dan CIA sudah mengetahui persis orientasi politik Prabowo. Kedekatan dan hubungan mesra Islam dengan Suharto sejak era awal 90an dirintis dan pelopori oleh Prabowo sebagai menantu Suharto.

Prabowo yang berasal dari keluarga sekuler, bapak kejawen, ibu katolik, lebih memilih mendukung kelompok Islam utk mengimbangi kekuatan dan pengaruh LB Murdani yang menjadi rivalnya di tubuh TNI. Melalui seorang tokoh spritual islam, Prabowo berhasil mendekati ibu Tien suharto dan Suharto sendiri. Berkat bantuan Prabowo dan tokoh spiritual Islam itu Suharto dan Tien Suharto menjadi Islam. Hubungan yang mesra antara Suharto dan kelompok Islam menjadi pintu masuk untuk kekuasaan yang lebih besar bagi Habibie melalui ICMI nya. Sedangkan Prabowo sukses mendudukan jendral-jendral kelompok Islam dalam berbagai posisi strategis di tubuh TNI. Kekuasaan Prabowo berhenti membesar ketika Tien Suharto meninggal. Akses Prabowo ke suharto dihalang-halangi Tutut Suharto yang terpengaruh agenda Hartono cs. Singkatnya, Prabowo pada saat itu mendapatkan labeling pro Islam oleh AS dan CIA. Posisi Prabowo dinilai sama dengan posisi Suharto.

Sebab itu, ketika terjadi isu dan propaganda bahwa Prabowo berada dibalik kerusuhan Mei dan akan kudeta regim Habibie, Habibie yang naif secara politik langsung percaya dan tidak memberikan Prabowo akses atau kesempatan untuk mengklarifikasi. AH Nasution yang mencoba beri bantuan penjelasan kepada Habibie dan memberi dukungan penuh kepada Prabowo pun tidak dapat mempengaruhi sikap Habibie yang memang sudah "diracuni" oleh Wiranto cs & tokoh-tokoh politik yang cenderung "oposan" dengan Prabowo. Juga adanya alergi politik terhadap segala sesuatu yang berbau cendana.

Amin Rais sebagai pemimpin gerakan reformasi sebenarnya paham betul terhadap posisi Prabowo. Tapi Amin gamang tentukan sikap. Dia tak mau konfrontasi langsung denganWwiranto untuk menghindarkan front pertempuran yang terlalu lebar yang sulit dia kontrol nantinya. Amin main dua kaki.

Singkatnya, melalui asymetric warfare strategy, CIA atau AS berhasil menjatuhkan Suharto, menghancurkan Prabowo dan mendelegetimasi Amien. AS melalui CIA dan AWS nya berhasil juga mendudukan SBY sebagai presiden RI. Tokoh-tokoh yang kurang sejalan dengan AS tak akan direstui berkuasa.

AWS itu sendiri adalah bentuk intervensi AS ke negara-negara tertentu seperti RI dengan cara memanfaatkan, menunggangi dan memanipulasi kekuatan-kekuatan formal dan informal di Indonesia agar menjalankan agenda dan misi politiknya secara sadar dan sengaja ataupun secara tidak sadar. Infrastruktur politik seperti partai, ormas, kelompok profesi, ulama, kelompok penekan, kelompok kepentingan, pers/media, LSM, mahasiswa dst secara halus dan tidak disadari, CIA membuat opini, isu, penggalangan massa dan operasi gerakan tanpa disadari oleh para tokoh atau pelaku.

CIA melalui AWS ini membanjiri publik dengan hujan informasi-informasi yang campur aduk. Info benar, info salah dan info titipan sesuai dengan agenda AS secara tidak langsung CIA juga mendekati para tokoh-tokoh utama melalui tangan-tangan mereka disini. Tangan-tangan mereka bisa merupakan orang per orang. Lembaga-lembaga seperti, media, LSM, kedubes-kedubes dan diplomat-diplomat yang sengaja menjalankan agenda CIA tersebut. Dengan kepungan informasi dan penciptaan opini tersebut.

Para tokoh utama gerakan secara tidak sadar atau secara terpaksa ikut menjalankan agenda CIA. Rakyat pun terkecoh. Kunci dari AWS ini adalah penguasaan informasi dan pembentukan opini. Opini itu sendiri pengertiannya adalah pendapat atau persepsi publik thdp suatu isu. Tidak ada kekuatan lain yang dapat menglahkan opini kecuali kekuatan militer. Sedangkan kekuatan militer pada sistem demokrasi tidak diperkenankan atau diharamkan. Tindakan militer/ aksi polisionil yang represif malah akan menimbulkan masalah baru /kontraproduktif. Sebab itu, masyarakat/ publik harus diperkuat dalam skema pemberdayaan masayarakay sipil atau madani sehingga mampu skeptis terhadap opini.

Nah, kembali ke intervensi AS. Saat ini AS tidak melihat adanya urgensi dan kebutuhan untuk ikut campur/intervensi dalam politik domestik RI, regim SBY adalah regim sekutu AS. SBY sendiri sangat patuh dan selalu jaga kepentingan AS di Indonesia. Bahkan SBY akui AS sebagai negara keduanya. Oleh sebab itu, jangan bermimpi AS akan ikut mendorong kejatuhan SBY meskipun misalnya rakyat sudah sangat tidak puas atau kecewa pada SBY.

Gerakan-gerakan yang berkembang dimasyarakat sekarang ini murni dari kekuatan lokal dan akan sulit untuk menjatuhkan SBY meskipun ada isu BBM sebagai pintu Trigger atau pemicu eskalasi gerakan demo juga seperti jatuhnya korban dari pihak demonstran juga akan sulit, krn SBY sudah perintahkan kepada aparat agar menghadang gerakan demonstrasi tanpa senjata dan peluru.
Sekian, terima kasih.

sumber: @TrioMacan2000

Saturday, November 24, 2012

Jangan Percaya Media Massa Sebelum Membaca Artikel Ini.

Catatan Redaksi: Beberapa waktu lalu tim redaksi Global Future Institute memantau dan menyerap berbagai tanggapan masyarakat atas politik pemberitaan media massa kita terkait memanasnya konflik di Suriah dan serangan Israel ke jalur Gaza. Berikut selintas beberapa pandangan mereka. 

  Satrio Arismunandar, Wartawan Senior dan mantan Produser Trans TV:  
 
Coba perhatikan cara pemberitaan media-media Indonesia liput tentang Konflik di Timur Tengah.  
 
Di news agency yang didominasi AS, Inggris, Perancis, kita sering membaca ungkapan "warga sipil terkena bom buatan Rusia, rudal buatan Soviet, roket buatan Iran,... dan seterusnya". Tetapi mereka tidak pernah menulis: "warga sipil Palestina dibom dengan bom-bom buatan Amerika, pesawat-pesawat buatan Amerika, rudal buatan Amerika..." 
 
Sejumlah media di Indonesia sering mentah-mentah menterjemahkan gaya pemberitaan yang tidak berimbang macam ini. Makanya saya sering bilang, wartawan itu tidak cukup sekadar jadi "profesional" (mengerti teknis), tapi harus mengerti ideologi dan politik pemberitaan. Wartawan itu bukan sekadar tukang ketik.
 
Cokrogeni Ibrahim, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia:
 
Saya menduga jaringan media Indonesia sudah dikuasai agen-agen CIA (AS), MI-6 (Inggris), Mossad (Israel) dan antek-antek Arab mereka (Arab Saudi, Qatar, Turki, dan lain-lain). Dalam krisis Suriah, sangat jelas media-media TV yang menjadi mainstream (arus utama) opini publik berkiblat pada Al-Jazeera (Qatar) yang merupakan corong propaganda neo-kolonialisme AS dan para sekutu baratnya. 
 
Amin, Institute for Strategic and Development Studies: 
 
Saya barusan juga baca Strait times Singapura. menyebut para pejuang Palestina sebagai militan bukan pejuang. dan menutupi kerusakan yang mengenai Israel seolah iron dome itu ampuh. 
 
Buat saya tidak habis pikir gimana ceritanya media massa luar negeri bisa begitu mempengaruhi kebijakan keredaksian media-media kita di Indonesia. 
 
Yossie Noor Yanto, Ibu Rumah Tangga:
 
Yang amat memprihatinkan saya, media-media massa kita sekarang kiblatnya tergantung siapa investor pemilik media-media kita sekarang. 
 
Kgpa Arifuddin, Guru pada sebuah SMA di Indramayu, Jawa Barat:
 
Seorang teman dari Israel mengabarkan dengan sebenarnya, beliau mengatakan bahwa “Media Kami tidak melaporkan keluar berapa banyak kerusakan yang diderita Israel akibat serangan balasan yang dilancarkan Hamas”. Beliau mengatakan bahwa paling tidak 62 tentara Israel tewas yang pada umunya adalah para pria tentara angkatan darat selama perang yang telah berlangsung 3 hari. Beliau juga melaporkan bahwa Perdana Mentri melakukan pertemuan darurat dengan memanggil seluruh petugas disebabkan Hamas berhasil menghancurkan 2 jet temput jenis Fighter. Mereka berasumsi bahwa jika mereka memulai serangan darat maka mereka akan menghadapi lebih banyak masalah dibanding perang sebelumnya,disamping itu mereka berasumsi karena Hamas mampu menghancurkan Jet Fighter adalah mungkin bahwa Hamas dapat menggunakan senjata lebih baru dan canggih. Demikian laporan seorang teman dari Israel.

Wednesday, November 21, 2012

Mengapa Iran Tak Serang Israel?


Penulis : Dina Y Sulaeman, Research Associate Global Future Institute (GF)

www.centurionline.blogspot.com
Pertanyaan ini sering muncul di dalam berbagai diskusi di dunia maya, “Kalau Iran betul-betul anti-Israel, mengapa Iran sampai sekarang tidak jua menyerang Israel?” Pertanyaan ini konteksnya adalah menuduh Iran omdo (omong doang), bahkan ada yang lebih parah lagi, menggunakan teori konspirasi, “Ini bukti bahwa ada kerjasama di balik layar antara Iran dan Israel.”

Bila memakai kalkulasi hard power, harus diakui bahwa sebenarnya kekuatan Iran masih jauh di bawah AS. Apalagi, doktrin militer Iran adalah defensive (bertahan, tidak bertujuan menginvasi negara lain). Iran hanya menganggarkan 1,8% dari pendapatan kotor nasional (GDP)-nya untuk militer (atau sebesar 7 M dollar). Sebaliknya, AS adalah negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, yaitu 4,7% dari GDP atau sebesar  687 M dollar. Bahkan, AS telah membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai wilayah di sekitar Iran. AS adalah pelindung penuh Israel dan penyuplai utama dana dan senjata untuk militer Israel. Bujet militer Israel sendiri, pertahunnya mencapai 15 M Dollar (dua kali lipat Iran). 
Sebelum menjawab ‘mengapa Iran tidak langsung menyerang Israel’?, mari kita jawab dulu pertanyaan sebaliknya, mengapa AS dan Israel tidak jua menyerang Iran? AS sebenarnya tidak berkepentingan menyerang Iran. Tetapi, Israel berkali-kali meminta AS untuk menyerang Iran dengan alasan “Iran memiliki nuklir yang mengancam keselamatan Israel.” Ketika rezim Obama enggan menuruti permintaan Israel, Israel bahkan mengancam akan menyerang Iran sendirian, tanpa bantuan AS. Untuk menelaah prospek perang AS+Israel melawan Iran, Anthony Cordesman dari Center for Strategic and International Studies merilis hasil penelitiannya pada bulan Juni 2012. CSIS melakukan kalkulasi bila AS dan Israel menyerang Iran, antara lain menghitung berapa banyak pesawat pengebom yang dibutuhkan, berapa banyak bom yang harus dibawa, apa kemungkinan serangan balasan dari Iran, dan bagaimana cara menghadapinya. 
 
Salah satu kesimpulan yang diambil Cordesman adalah, profil militer Israel tidak akan mampu melakukan serangan tersebut. Untuk menyerang Iran, Israel harus mengerahkan seperempat pasukan udaranya dan semua pesawat tempurnya, sehingga tidak ada pesawat cadangan untuk berjaga-jaga. Pesawat-pesawat tempur itu harus melewati perbatasan Syria-Turki sebelum terbang di atas udara Irak and Iran. Dan wilayah-wilayah tersebut, sangat rawan bagi Israel. Menurut Cordesman, “Berdasarkan jumlah pesawat yang diperlukan, proses pengisian bahan bakar yang harus dilakukan sepanjang perjalanan menuju Iran, serta usaha mencapai target gempuran tanpa terdeteksi sangatlah beresiko tinggi dan kecil kemungkinan keseluruhan operasi militer tersebut akan berhasil.”
 
Dan bahkan jika pesawat tempur Israel berhasil mengebom reaktor nuklir Iran, pembalasan yang dilakukan Iran akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kawasan Timur Tengah. Cordesman menulis, “Anda tidak akan ingin tahu seperti apa jadinya Timur Tengah sehari setelah Israel berupaya menyerang Iran.”
 
Karena itu, bila Israel berkeras ingin menyerang Iran, Israel harus menggandeng AS. Tapi, bila AS menyetujui permintaan Israel ini, AS harus mengerahkan ratusan pesawat dan kapal tempur. Serangan awal saja sudah membutuhkan alokasi kekuatan yang sangat besar, termasuk pengebom utama, upaya penghancuran system pertahanan  udara lawan, pesawat-pesawat pendamping untuk melindungi pesawat pengebom, peralatan perang elektronik, patrol udara untuk menahan serangan balasan dari Iran, dll. Pada saat yang sama, AS harus menghalangi Iran agar tidak melakukan aksi apapun di Selat Hormuz. Bila Iran sampai berhasil memblokir Selat Hormuz, suplai minyak dan gas dunia akan terhambat dan efeknya akan sangat buruk bagi perekonomian dunia. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Iran selama ini justru sangat memperkuat kemampuan militernya demi mengontrol Selat Hormuz bila terjadi perang.  Meskipun, AS juga sudah mempersiapkan banyak hal untuk menjaga agar Hormuz tetap terbuka, antara lain dengan menempatkan berbagai perlengkapan militer di Bahrain, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, dan UAE. Namun inipun mengandung ancaman lain. Iran berkali-kali mengancam, bila wilayahnya diserang, Iran akan melakukan serangan balasan ke semua negara Arab yang di dalamnya ada pangkalan militer AS. Belum lagi, Rusia dan China diperkirakan akan ikut campur demi mengamankan kepentingan mereka sendiri di Timteng. Tak heran bila banyak analis mengungkapkan ramalan bahwa Perang Dunia III akan meletus bila AS sampai menyerang Iran.
 
Lihatlah situasinya: bila Israel dan AS menyerang Iran, artinya mereka keluar dari wilayah mereka sendiri dan harus bersusah-payah mengusung semua perlengkapan militernya. Lalu, urusan tidak selesai hanya dengan menjatuhkan bom ke situs nuklir Iran. Serangan balik dari Iran, dan posisi geostrategis Iran, sangat memberikan potensi kekalahan bagi AS dan Israel. Karena itulah, Menhan Leon Panetta sampai berkata, “Sangat jelas bahwa bila AS melakukan serangan itu, kita akan mendapatkan akibat buruk yang sangat besar.”
Sekarang mari kita balik: bagaimana seandainya Iran menyerang Israel? Minimalnya, ada dua versi jawaban yang bisa diberikan sementara ini.
 
1. Berdasarkan kalkulasi hard power. Ingat lagi profil militer Iran. Bisa dibayangkan, berapa banyak senjata yang dimiliki Iran dengan dana 7 M Dollar pertahun, dibandingkan dengan banyaknya senjata yang dimiliki AS dengan dana 687 M Dollar pertahun. Bandingkan lagi dengan kondisi ‘seandainya Israel menyerang Iran’ seperti yang sudah dianalisis Cordesman di atas. Kesimpulan yang bisa diambil adalah saat ini, profil militer Iran memang belum mampu menyerang Israel secara langsung, begitu juga sebaliknya, Israel juga belum mampu menyerang Iran secara langsung. Sementara, AS punya hitung-hitungan lain di luar sekedar menyerang Iran. AS akan menghadapi kehancuran ekonomi yang sangat parah bila sampai mengobarkan perang terhadap Iran. 
 
Artinya, kedua pihak saat ini masih dalam posisi sama-sama bertahan. Itulah sebabnya, retorika Iran selama ini memang selalu defensif: Iran tidak mengancam akan menyerang, melainkan ‘akan membalas bila ada yang berani menyerang’. Seandainya Iran dalam posisi diserang dan membela diri dari dalam negeri (bukan dalam posisi menyerang dan mengirimkan pasukan ke luar wilayahnya) Iran sangat mungkin bertahan dan meraih kemenangan, karena memiliki keunggulan geostrategis. Hanya dengan memblokir Selat Hormuz, seluruh dunia akan merasakan dampak buruk perang dan bahkan AS akan bangkrut sehingga tak akan mampu melanjutkan perang.
 
Sebaliknya, untuk bisa maju perang (=secara ofensif mengirimkan senjata dan pasukan ke luar wilayahnya), Iran tidak mungkin maju sendirian. Bila negara-negara Arab, terutama yang berbatasan darat dengan Palestina, belum siap berjuang, tentu sangat konyol bila Iran harus mengirim pasukan ke Palestina yang jauhnya 1500 km dari Teheran. Berapa banyak pasukan, pesawat tempur, dan rudal yang mampu dikirim oleh Iran yang hanya punya anggaran 7 M Dollar pertahun?  Bila Mesir saja yang pemerintahannya dikuasai Ikhwanul Muslimin (artinya, seideologi dengan Hamas) masih menutup pintu perbatasannya dengan Gaza; masih menolak untuk terjun langsung ke medan pertempuran membela saudara se-harakah mereka, mengapa Iran yang di-ojok-ojok untuk mengirim pasukan perang? Karena itu, dari sisi ini, hanya satu kata untuk menilai pertanyaan ‘mengapa Iran tidak langsung menyerang Israel?’ : naif.
 
2. Berdasarkan kalkulasi soft power. Sangat mungkin, di atas kertas, profil militer Iran memang seperti yang diungkapkan di atas. Tapi, bila diingat lagi percepatan kemajuan teknologi militer yang dicapai Iran dan statemen beberapa petinggi militer Iran yang menyebutkan bahwa kemampuan Iran ‘jauh lebih besar dari apa yang terlihat’, ada aspek lain yang perlu dipertimbangkan. Iran adalah negara yang berbasis teologi mazhab Syiah dan meyakini adanya aspek transenden dalam setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin spiritual mereka (rahbar). Militer Iran pun berada di bawah wewenang rahbar, yang sekarang dijabat Ayatullah Khamenei. Iran meyakini bahwa Ayatullah Khamanei memiliki kemampuan transenden sehingga mengetahui kapan saat yang tepat untuk maju perang. Orang lain boleh tidak percaya, tetapi ini adalah urusan rakyat Iran sendiri.  
 
Di sini, pertanyaan mengapa Iran belum juga menyerang Israel secara langsung (seandainya memang kemampuan militernya sebenarnya sudah mencukupi) akan mendapat jawaban sederhana saja: karena belum diizinkan oleh sang Rahbar. Lalu, mengapa Rahbar belum memberi izin? Silahkan dipikirkan sendiri, dengan mengaitkannya pada hal-hal yang bersifat ideologis dan relijius; dan hal ini di luar kapasitas saya untuk menjelaskan. 
 
Intinya, perjuangan melawan Israel bukanlah perjuangan Iran saja. Ini seharusnya menjadi perjuangan bersama semua negara-negara muslim. Dan inilah yang terus diupayakan para pemimpin dan ulama Iran melalui berbagai statemen dan orasinya: membangkitkan kesadaran dan semangat juang kaum muslimin sedunia; sambil terus berupaya memperkuat profil militernya. Ini bukanlah omdo (omong doang), tapi upaya yang memang harus dilakukan sebelum mencapai kemenangan. 
 
Akan tiba suatu masa ketika kaum muslimin sedunia bangkit bersatu dan bersama-sama merebut kembali Al Quds dari tangan para penjajah. Inilah janji Allah dalam QS 17:4-5, “Dan telah kami tetapkan terhadap Bani Israel di dalam Alkitab: sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Dan maka ketika telah tiba apa yang dijanjikan itu, akan kami bangkitkan para hamba yang perkasa dan  memiliki kekuatan besar untuk mengalahkan kalian. Para hamba itu akan mencari kalian sampai ke tempat persembunyian kalian dan janji [Allah] itu pasti terjadi.”

Perang di Gaza: Pesta Kabaret Obama atau Kepanikan Amerika?

Agresi Israel ke Jalur Gaza
Penulis : M Arief Pranoto, Research Associate Global Future Institute (GFI)

Sepertinya ada budaya dalam Dinasti Amerika Serikat (AS), ketika Presidennya hendak turun takhta atau kembali naik periode berikutnya, seolah-olah menjadi kewajiban menyuguhkan (pesta) kepada bangsa-bangsa lain di dunia dalam bentuk atraksi militer dan hegemoni negara. Kendati hasilnya tidak semua berhasil bahkan tak sedikit yang kalah dan mundur dari kancah peperangan. Begitulah tradisi. Pertanyaan sejak kapan budaya itu berlangsung, memang tidak ada referensi pasti. Ya, tradisi tersebut dinamai oleh zaman sebagai “Pesta Kabaret”.

Kabaret itu persembahan siapapun Presiden AS kecuali apabila ia terkena impeachment atau karena alasan lain. Terbunuh di masa jabatan misalnya, seperti James Garfield, Jeff Kennedy, William Mc Kinley; atau wafat akibat sakit semacam William Harrison, Franklin Roosevelt, Warren Harding dan seterusnya.

Lazimnya Kabaret berupa show of force militer ke negara lain dengan berbagai motif, modus atau dalih-dalih lain. Tak bisa dielak, Richard Nixon menampilkan invasi militer ke Vietnam meski ternyata kalah perang; Ronald Reagan mengirimkan marinir ke Lebanon - kemudian Grenada di Karabia pun diserang; Jimmy Carter melalui operasi Eagle Claw berusaha membebaskan sandera di Teheran, tetapi gagal total karena helikopter Delta Force jatuh dihempas badai; Bush senior menyuguhkan superiornya ketika "mengusir" Saddam Hussein yang ingin merebut Kuwait, dan lain-lainnya.

Masih ingat Cast Lead (Menuang Timah)? Inilah sandi operasi militer yang digelar Israel di Jalur Gaza pada 27 Desember 2008 lalu yang memakan ribuan korban baik harta benda, luka-luka maupun jiwa-jiwa melayang terutama nyawa perempuan dan anak-anak. Itulah potret “Pesta Kabaret”-nya Bush junior sebelum ia turun takhta digantikan Obama. Tampaknya sejarah berulang. Pasca pilpres 2012 dan naiknya kembali Obama pada periode berikut, Israel melancarkan operasi militer bersandi Pillar of Cloud (Pilar Awan). Gaza kembali porak-poranda dibombardir oleh roket-roket Israel, drone (pesawat tanpa awak), pesawat tempur dan mesin perang Israel lainnya. Pertanyaan menggelitik pun muncul: Apakah perang di Gaza ini juga “Pesta Kabret”-nya Obama?

Jika dibuat perbandingan, terdapat kesamaan pola dan suasana atas dua operasi militer Israel yang digelar di Jalur Gaza (Cast Lead dan Pillar of Cloud) dimana terindikasi merupakan tradisi tua (Kabaret) superpower, antara lain:

Pertama, kedua operasi militer tersebut digelar di tengah-tengah keterpurukan AS, selain kebangkrutan ekonomi, krisis sosial, moral, bencana-bencana alam tak kunjung henti di dalam negeri, juga “kehancuran militer” di luar negara. Misalnya, operasi Cast Lead di era Bush tatkala medan perang di Iraq telah menjadi "neraka" bagi tentaranya, atau manakala Afghanistan tidak bisa diprediksi bagi kemenangan serdadu AS dan sekutu, maka pilihan Kabaretnya jatuh di Gaza. Agaknya Obama pun demikian pula. Selain kondisi ekonomi dalam negeri carut-marut, menguatnya krisis sosial dan politik ---ditandai Texas memprakarsai pisah dari Washington---  diikuti banyak Negara Bagian AS lainnya, ada bencana (Sandy Hurricane) yang sempat melumpuhkan New York, dan “melemah”-nya kekuatan militer AS di dunia dengan munculnya adidaya (Rusia dan Cina) baru, selain Irak dan Afghanistan memang sudah tidak dapat diharapkan lagi.

Kedua,  jika dogma Cast Lead berasal dari Rabbi Yahudi, Mordachi Elyaho yang mengizinkan militer membunuh perempuan dan anak-anak. Sedangkan Pillar of Cloud meski tidak terdapat dogma khusus dari Rabbi, akan tetapi dalam salah satu kursus militer yang digelar Pentagon bagi para perwira AS masa depan di Norfolk, Virginia, mendoktrin bahwa Islam adalah musuh yang wajib dihancurkan. Karena itu, Amerika mengagendakan penghancuran tempat-tempat suci Islam, yakni Makkah dan Madinah ---kota tempat Ka'bah dan makam Nabi Muhammad SAW berada--- dengan bom atom. AS bakal melontarkan bom atom ke Makkah dan Madinah laiknya saat mereka membumihanguskan Hirosima dan Nagasaki di Jepang pada Perang Dunia II. Luar biasa! Gaung bocoran doktrin ini menggema kemana-mana, walau Pentagon berusaha mengelak dengan menskors (menindak disiplin) sang instruktur Letkol Mattew Dooley tapi ia tidak dipecat. Ya, mirip dogma Mordachi Elyaho di atas, Letkol Dooley mendoktrin para perwira agar tidak mempedulikan berapa banyak nyawa warga sipil Muslim yang bakal melayang. Ia memprovokasi, teori perang yang ditetapkan Konvensi Jenewa sudah tidak relevan dengan teori perang sesungguhnya. "Ini membuka opsi baru, di mana perang dengan penduduk sipil boleh dilakukan, jika diperlukan. Sebab sudah ada sejarahnya seperti Tokyo, Hiroshima dan Nagasaki".

The Guardian melaporkan, skenario Amerika berikutnya adalah ingin menjadikan Saudi dan Islam terancam kelaparan. Meski awalnya menutup-nutupi pelatihan tersebut, akhirnya Pentagon menghentikan kursus tersebut. Penghentian kursus tersebut diawali protes seorang perwira yang menilai materi kursus bertentangan dengan pernyataan pemimpin AS tahun lalu, yang mengatakan AS memerangi kelompok fundamentalis Islam, bukan memerangi ajaran Islam!

Ketiga, dalam Perang Gaza, Israel yang mengawali namun ia juga yang ingin (mengakhiri) gencatan senjata dengan Hamas. Misalnya ketika menggelar Cast Lead dulu, gencatan senjata sepihak dinyatakan oleh Israel (17/1/2009). Target kemenangan diklaim atas nyawa ribuan anak-anak dan perempuan. Memilukan sekaligus memalukan. Awalnya Hamas menolak gencatan tetapi akhirnya mengumumkan hal yang sama (19/1/2009). Agaknya dalam Pillar of Cloud pun berulang kembali, ia mendahului meminta gencatan senjata. Al Alam mengutip koran Yediot Aharonot menulis, bahwa Israel ingin gencatan senjata dengan jaminan Mesir (9/11/2012). Pemerintah rezim Israel mendesak ditandatanganinya kesepakatan gencatan senjata 15 tahun dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza. Secara rinci ia meminta gencatan senjata untuk jangka waktu enam bulan di bawah pengawasannya. Langkah berikutnya, gencatan senjata untuk 15 tahun dengan jaminan Presiden Mesir, Muhammad Mursi.

Menyimak ketiga indikasi di atas, bahwa perkembangan situasi politik global kedepan memang unpredictable and turbulent (tak bisa diramalkan dan sering bersifat tiba-tiba). Maka dengan merujuk judul catatan ini, saya teringat ucapan Bung Karno beberapa dekade lalu: “Kapitalisme yang terjebak krisis akhirnya membuahkan fasisme, sedang fasisme ialah perjuangan penghabisan para monopolis kapitalis yang terancam bangkrut”. Panik! Jangan-jangan Perang Dunia III bukan di Laut Cina Selatan tetapi dipicu oleh konflik di Gaza?

Silahkan saudara-saudara mencermatinya.

(Dari berbagai sumber)